-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Prancis Diunggulkan, tetapi Maroko Masih Punya Satu Senjata yang Bisa Menggagalkan Prediksi Opta

Kylian Mbappe berduel dengan Achraf Hakimi memakai jersey tim nasional. (Foto: Ilusttasi Ai)
GARDAJATIM.COM: Angka memang berpihak kepada Prancis. Namun, pertandingan sepak bola tidak pernah hanya ditentukan oleh statistik.

Di balik dominasi probabilitas, Maroko datang membawa modal yang tak bisa dihitung superkomputer, yakni mental pembunuh tim-tim unggulan.

Laga perempat final Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung ketat. Mayoritas analis menjagokan Prancis, tetapi Singa Atlas dinilai tetap memiliki peluang menciptakan kejutan jika mampu menjaga disiplin permainan sejak menit pertama.

Berdasarkan analisis superkomputer Opta, Prancis memiliki peluang menang sebesar 61,7 persen pada waktu normal.

Sementara peluang kemenangan Maroko hanya 16,2 persen, sedangkan kemungkinan pertandingan berlanjut hingga perpanjangan waktu atau adu penalti mencapai 22,1 persen.

Mayoritas pengamat sepak bola juga memperkirakan kemenangan tipis 2-1 untuk Prancis.

Prediksi tersebut didasarkan pada kedalaman skuad, pengalaman bermain di laga besar, dan kualitas individu yang lebih merata.

Namun, sudut pandang lain justru menarik untuk diperhatikan.

Maroko bukan sekadar tim kejutan. Mereka telah membangun reputasi sebagai tim dengan organisasi pertahanan yang sangat disiplin. Dalam perjalanan menuju babak delapan besar, Singa Atlas mampu membatasi ruang gerak lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.

Apabila Maroko berhasil menahan gempuran Prancis hingga babak pertama berakhir imbang, tekanan diperkirakan akan berbalik kepada Les Bleus. Situasi itu membuka peluang laga berlangsung hingga extra time bahkan adu penalti.

Di kubu Prancis, perhatian tetap tertuju kepada Kylian Mbappe yang telah mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen. Kecepatan dan penyelesaian akhirnya menjadi ancaman terbesar bagi lini belakang Maroko.

Sementara itu, Maroko harus kehilangan salah satu pemain pentingnya, Ismael Saibari, akibat cedera paha. Absennya gelandang kreatif tersebut membuat beban lini serang diperkirakan bertumpu kepada Soufiane Rahimi dan kreativitas Brahim Diaz.

Prancis juga tidak tampil dengan kekuatan penuh setelah kehilangan Aurelien Tchouameni karena cedera. Kondisi itu membuat keseimbangan lini tengah Les Bleus sedikit berubah, meski mereka masih memiliki banyak opsi berkualitas.

Perkiraan Susunan Pemain

Prancis (4-3-3): Mike Maignan; Jules Kounde, William Saliba, Dayot Upamecano, Lucas Digne; Adrien Rabiot, Manu Kone, Ousmane Dembele; Michael Olise, Bradley Barcola, Kylian Mbappe.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, Noussair Mazraoui; Neil El Aynaoui, Ayoub Bouaddi; Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss; Soufiane Rahimi.

Meski statistik mengunggulkan Prancis, sepak bola berkali-kali membuktikan bahwa keberanian, disiplin, dan efektivitas bisa mengalahkan probabilitas.

Itulah yang membuat duel Prancis kontra Maroko menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak perempat final Piala Dunia 2026. Prediksi akhir Prancis 2-1 Maroko.



Penulis: Fajar
Editor: Editor

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar