PT Amman Mineral Kembali Percayakan Beasiswa ke SMK PGRI 2 Ponorogo, Jurusan Alat Berat Jadi Magnet Nasional
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
Jumlah itu memang terlihat kecil. Namun, di baliknya tersimpan pesan penting. Kepercayaan perusahaan tambang nasional tersebut justru meningkat pada tahun ketiga kerja sama dengan sekolah vokasi asal Ponorogo itu.
Senior Specialist Department Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Wildan Mahendra Ramadani, mengatakan program Beasiswa SMK Unggulan kini memasuki tahun keenam penyelenggaraan.
Program tersebut diperuntukkan bagi lulusan SMP maupun SMA yang masih memenuhi persyaratan usia dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa.
Menurut Wildan, beasiswa ini bukan sekadar memberikan akses pendidikan gratis. Program tersebut dirancang sebagai investasi sumber daya manusia untuk menyiapkan kehidupan masyarakat setelah era pertambangan.
"Tahun ini merupakan tahun ketiga kami bekerja sama dengan SMK PGRI 2 Ponorogo," ujar Wildan saat berada di SMK PGRI 2 Ponorogo, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sekolah tersebut dipilih karena memiliki rekam jejak penyerapan lulusan yang tinggi, khususnya pada Program Keahlian Teknik Alat Berat (TAB).
Keahlian itu dinilai tetap memiliki prospek luas karena dibutuhkan berbagai sektor industri, tidak hanya pertambangan, tetapi juga konstruksi, manufaktur, dan sektor strategis lainnya di Indonesia.
Pada pelaksanaan tahun ini, PT Amman Mineral memberikan beasiswa penuh kepada 61 siswa.
Sebanyak 45 siswa ditempatkan di enam sekolah mitra di Kudus. Sembilan siswa belajar di SMK PGRI 2 Ponorogo.
Sementara tujuh siswa lainnya menempuh pendidikan di SMK Brantas Karangkates, Kabupaten Malang.
Seluruh penerima memperoleh fasilitas full scholarship.
Perusahaan menanggung biaya pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, hingga kebutuhan selama proses belajar.
Para siswa tinggal di lingkungan yang telah disiapkan dan mendapatkan pembinaan langsung dari sekolah mitra.
Wildan berharap SMK PGRI 2 Ponorogo menjadi "kawah candradimuka" yang mampu mencetak generasi muda Sumbawa menjadi tenaga kerja profesional yang siap bersaing di industri nasional.
Sementara itu, Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Pariadi, menyebut meningkatnya jumlah peserta didik yang dikirim PT Amman menjadi bukti bertambahnya kepercayaan perusahaan terhadap kualitas lulusan sekolah.
"Tahun pertama kami menerima tujuh siswa. Tahun ini meningkat menjadi sembilan siswa," kata Agus.
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak terjadi tanpa alasan.
Perusahaan menjadikan tingkat serapan lulusan kelas XII sebagai salah satu indikator utama dalam menentukan kuota penerima beasiswa setiap tahun.
Agus menilai kerja sama ini juga menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi di SMK PGRI 2 Ponorogo telah mendapat pengakuan hingga tingkat nasional.
Ketertarikan perusahaan besar dari luar Pulau Jawa menunjukkan bahwa kompetensi lulusan sekolah tersebut mampu bersaing di dunia industri.
Ia menambahkan, Program Keahlian Teknik Alat Berat menjadi salah satu kekuatan utama sekolah karena merupakan satu-satunya jurusan sejenis di Kabupaten Ponorogo.
Untuk menjamin kenyamanan peserta didik yang berasal dari luar daerah, sekolah menggandeng masyarakat sekitar sebagai penyedia asrama.
Seluruh kebutuhan siswa, mulai tempat tinggal, makan, transportasi, hingga pendampingan harian telah diatur sesuai kesepakatan bersama PT Amman Mineral.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama.
Perusahaan mewajibkan adanya sistem pengawasan selama siswa berangkat dan pulang sekolah.
Selain itu, sekolah menunjuk satu wali asuh untuk mendampingi setiap tiga siswa agar kebutuhan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari mereka tetap terpantau.
Kolaborasi dunia industri dan pendidikan vokasi ini diharapkan terus mencetak tenaga kerja terampil yang siap memasuki dunia kerja sekaligus menjadi bekal masyarakat menghadapi masa pascatambang.
Penulis: Fajar
Editor: Redaksi
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

