-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Ratusan Anak Yatim di Ponorogo Terima Santunan, Sugeng Srikandi Siapkan Program Kuliah Fakultas Kedokteran

Yayasan Berkah Srikandi Abadi menyalurkan santunan kepada 185 anak yatim di Ponorogo. (Foto: Doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Harapan baru hadir bagi ratusan anak yatim di Ponorogo pada momen Muharram tahun ini. Tidak hanya menerima santunan, sebagian dari mereka kini memiliki peluang mengejar cita-cita hingga bangku Fakultas Kedokteran.

Yayasan Berkah Srikandi Abadi yang menaungi SPPG Patihan Kidul, Kecamatan Siman, menggelar silaturahmi dan santunan anak yatim bersama NU Care-LAZISNU PCNU Ponorogo, UPZISNU CARE, dan MWCNU Siman di Pendopo kediaman H. Sugeng Hariyono, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan tahunan tersebut mengusung tema "Menciptakan Generasi Cerdas, Berakhlak, dan Berdaya Saing."

Ratusan anak yatim bersama para pendamping mengikuti acara yang rutin digelar setiap Muharram.

Owner Yayasan Berkah Srikandi Abadi, H. Sugeng Hariyono atau yang akrab disapa Sugeng Srikandi mengatakan, sebanyak 185 anak yatim dan piatu menerima manfaat dalam program tahun ini.

Dari jumlah tersebut, 110 anak merupakan yatim/piatu berusia di bawah 12 tahun yang menerima santunan Muharram.

Sementara 75 lainnya merupakan anak asuh yayasan yang sedang menempuh pendidikan mulai jenjang SMP hingga perguruan tinggi dan mendapatkan dukungan biaya pendidikan secara berkelanjutan.

"Program ini rutin kami laksanakan setiap Muharram. Kami ingin anak-anak yatim tidak hanya mendapatkan bantuan sesaat, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan," ujar Sugeng.

Sekitar 30 persen peserta berasal dari Kecamatan Siman. Selebihnya datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo.

Sugeng mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan program bimbingan belajar khusus sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Silaturahmi Muharram yang digelar Yayasan Berkah Srikandi Abadi bersama NU Care-LAZISNU PCNU Ponorogo.
Targetnya cukup besar. Yayasan berharap dapat mengantarkan 10 hingga 15 anak yatim menembus Fakultas Kedokteran.

"Kami menargetkan sekitar 10 sampai 15 anak nantinya bisa masuk Fakultas Kedokteran. Orang tua cukup mendampingi dan memberi semangat. Soal pembiayaan akan kami pikirkan bersama," kata Sugeng.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbaik untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, selain bantuan ekonomi, yayasan juga terus memberikan motivasi agar anak-anak memiliki semangat belajar dan cita-cita tinggi.

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Karena itu kami ingin anak-anak ini percaya bahwa mereka juga memiliki kesempatan meraih masa depan terbaik," tambahnya.

Salah satu penerima manfaat, Hilda, warga Kelurahan Ronowijayan, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan yayasan.

Ia mengatakan anaknya yang kini duduk di kelas 1 SD telah menerima santunan selama tiga tahun berturut-turut.

"Santunan ini sangat membantu keluarga kami. Saya juga tidak menyangka ada program yang menyiapkan anak-anak yatim hingga bisa kuliah kedokteran. Semoga anak saya kelak bisa mengikuti program tersebut," tuturnya.

Program santunan Muharram yang selama ini berjalan tidak lagi sekadar berbagi bantuan sosial. Yayasan Berkah Srikandi Abadi kini membangun ekosistem pendampingan pendidikan jangka panjang agar anak-anak yatim memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik.


Penulis: Fajar

Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar