Deteksi Dini Tuberkulosis, Puskesmas Ngantru Periksa Pasien Terduga TB dengan X-Ray
![]() |
| Puskesmas Ngantru menggelar skrining Tuberkulosis (TB) menggunakan pemeriksaan X-Ray sebagai upaya deteksi dini kasus TB. (Foto: Eka) |
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Tim SSTB, dan Puskesmas Ngantru.
Kegiatan ini menyasar pasien yang diduga menderita Tuberkulosis (TB) berdasarkan hasil skrining awal. Selain pemeriksaan foto rontgen dada, pelayanan juga dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dalam satu kesempatan.
Sebanyak 168 orang terdaftar sebagai sasaran skrining. Dari jumlah tersebut, 82 orang hadir dan seluruhnya mengikuti proses skrining, sedangkan 81 orang menjalani pemeriksaan foto rontgen dada.
Berdasarkan hasil pembacaan rontgen, 18 orang menunjukkan gambaran yang mengarah pada Tuberkulosis sehingga akan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis sesuai standar pelayanan TB.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Tim TB DOTS Puskesmas Ngantru dan Puskesmas Pucung, Tim CKG Puskesmas Ngantru, serta kader TB yang turut mendukung kelancaran pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.
Alur pelayanan dimulai dari pendaftaran, pengukuran berat badan dan tinggi badan, skrining riwayat kontak serta tanda dan gejala TB, pemeriksaan laboratorium meliputi gula darah dan profil lipid, pemeriksaan IVA, pemeriksaan kesehatan gigi, foto X-Ray dada, hingga konsultasi dengan dokter.
Kepala Puskesmas Ngantru, dr. Dedi Hariyanto, mengatakan bahwa kegiatan penemuan kasus aktif merupakan langkah strategis untuk menemukan penderita TB sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera diberikan dan risiko penularan di masyarakat dapat ditekan."Kegiatan ini kami fokuskan kepada pasien yang diduga mengalami Tuberkulosis berdasarkan hasil skrining. Melalui pemeriksaan X-Ray, diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih cepat sehingga pasien yang hasilnya mengarah ke TB dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh pengobatan sesuai standar. Deteksi dini menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai penularan TB di masyarakat," ujar dr. Dedi Hariyanto.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Tim SSTB, tenaga kesehatan, dan kader TB menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan penemuan kasus TB di wilayah kerja Puskesmas Ngantru.
"Kami berharap masyarakat yang memiliki gejala TB atau pernah melakukan kontak erat dengan penderita tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan dan semakin kecil risiko penularannya," tambahnya.
Melalui kegiatan Active Case Finding ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berupaya meningkatkan cakupan penemuan kasus TB secara aktif sebagai bagian dari percepatan eliminasi Tuberkulosis, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tuntas. (@Eka)

