-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

SMAN 2 Ponorogo Jadikan MPLS Titik Awal Bangun Budaya Sekolah, Bukan Sekadar Orientasi Siswa Baru

Kepala SMAN 2 Ponorogo menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu saat pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.
GARDAJATIM.COM: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Ponorogo tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya menjadi pintu masuk bagi ratusan peserta didik baru.

Sekolah memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun budaya sekolah sejak hari pertama, sebuah pendekatan yang dinilai lebih penting dibanding sekadar mengenalkan ruang kelas atau tata tertib.

Selama pelaksanaan MPLS pada 13–17 Juli 2026, siswa baru diajak memahami nilai-nilai yang menjadi identitas sekolah melalui berbagai aktivitas yang mendorong interaksi, kerja sama, hingga pembentukan karakter.

Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursid, M.Pd., mengatakan MPLS tahun ini disusun dengan konsep edukatif, inklusif, dan ramah anak.

Seluruh kegiatan dirancang agar peserta didik merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.

"Melalui MPLS ini, kami ingin memastikan siswa baru merasa aman, nyaman, dan diterima. Ini bukan ajang perploncoan, melainkan proses pembelajaran awal yang menyenangkan dan bermakna," ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang menempatkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, menghargai keberagaman, serta mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembiasaan budaya positif sejak hari pertama. Program "Pagi Ceria" menjadi sarana membangun komunikasi antara guru dan siswa melalui refleksi, permainan edukatif, serta pengenalan budaya sekolah agar proses adaptasi berlangsung lebih cepat.

Tak berhenti di sana, sekolah juga mengintegrasikan penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat belajar ditanamkan melalui aktivitas keseharian, bukan hanya materi di ruang kelas.

Sudut lain yang turut diperkuat dalam MPLS tahun ini adalah kepedulian sosial. SMAN 2 Ponorogo menyalurkan bantuan seragam kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Langkah tersebut menjadi pesan bahwa kesempatan meraih prestasi harus dapat diakses seluruh peserta didik tanpa memandang kondisi ekonomi.

Pelaksanaan MPLS juga mendapat dukungan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo yang diwakili Kasi SMA.

Kehadiran tersebut menjadi bentuk pengawasan sekaligus dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan prinsip pendidikan yang humanis.

Bagi SMAN 2 Ponorogo, keberhasilan MPLS tidak diukur dari meriahnya acara pembukaan, melainkan dari seberapa cepat siswa baru mampu beradaptasi, memiliki rasa percaya diri, serta merasa menjadi bagian dari lingkungan sekolah.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah berharap peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan belajar yang baru, tetapi juga mulai membangun karakter sebagai pelajar yang berintegritas, mampu berkolaborasi, dan siap memberikan kontribusi positif selama menempuh pendidikan. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar