Viral Tuduhan Perselingkuhan WNI di Taiwan, Perempuan Asal Ponorogo Bantah dan Siapkan Langkah Hukum
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Foto: Ilsutrasi Generated Ai |
Polemik itu bermula dari unggahan akun Facebook Takada Chikusa yang diduga milik Kusmiatin. Dalam unggahan tersebut, Garoh dikaitkan dengan Wahab, pria yang juga bekerja di Taiwan.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Garoh mengaku sangat terkejut ketika mengetahui namanya ramai diperbincangkan di media sosial.
"Saya benar-benar kaget. Awalnya saya hanya mengunggah foto di TikTok. Tiba-tiba ada komentar yang menyebut laki-laki di foto itu adalah ayah dari anak saya," kata Garoh, saat dikonfirmasi, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut Garoh, situasi semakin memanas setelah tangkapan layar akun TikTok miliknya, Okha Chan, diunggah ke grup Facebook disertai narasi yang meminta unggahan tersebut disebarluaskan hingga kepada keluarganya di Ponorogo.
"Saya merasa nama baik saya dicemarkan. Saya mengenal Wahab saat sama-sama bekerja di Taiwan dan saat itu dia mengaku masih bujang," ujarnya.
Garoh menegaskan dirinya tidak pernah berniat merusak rumah tangga siapa pun. Karena itu, ia meminta agar seluruh unggahan yang menyebut dirinya segera dihapus.
"Saya minta postingan itu dihapus dan dibuatkan klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka. Kalau dalam waktu 2x24 jam tidak ada respons, saya akan menempuh jalur hukum," tegasnya.
Sementara itu, Wahab juga memberikan klarifikasi saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia meminta maaf kepada keluarga Garoh karena persoalan tersebut telah menimbulkan kegaduhan.
"Saya minta maaf kepada keluarga Mbak Garoh karena masalah ini sudah membuat gaduh dan menyeret namanya," kata Wahab.
Wahab mengakui saat pertama kali berkenalan dengan Garoh dirinya mengaku masih berstatus lajang.
Ia juga membenarkan pernah menikah secara siri dengan Kusmiatin ketika berada di Taiwan.
"Saya memang pernah menikah siri dengan Kusmiatin di Taiwan. Saat anak lahir saya ikut membantu biaya persalinan dan sampai sekarang masih menafkahi anak," ujarnya.
Menurut Wahab, hubungan dengan Kusmiatin telah berakhir. Ia mengaku telah menjatuhkan talak melalui pesan singkat setelah Kusmiatin kembali ke Indonesia.
"Setelah dia pulang ke Indonesia, saya sudah menyampaikan talak melalui chating. Sejak itu komunikasi kami sudah tidak berjalan," ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang diduga mengunggah tuduhan melalui akun Facebook Takada Chikusa belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari redaksi.
Sementara itu, unggahan yang beredar di grup Facebook Info Cepat Wilayah Ponorogo terus menjadi perhatian warganet.
Berdasarkan pantauan, unggahan tersebut telah memicu sekitar 1,1 ribu komentar, memperoleh 811 tanda suka, serta dibagikan sebanyak 33 kali.
Tingginya interaksi menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kasus ini. Namun, seluruh pihak diimbau untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum fakta-fakta yang ada terverifikasi dan seluruh pihak yang berkaitan memberikan keterangan secara lengkap.
Penulis: Fajar
Editor: Redaksi
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
