-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

4 Agenda PKB Pacitan Menuju Target 9 Kursi pada Pemilu 2029

Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB se-Kabupaten Pacitan. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pacitan mulai menyusun fondasi organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029.

Konsolidasi melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak yang melibatkan 1.055 pengurus menjadi salah satu pijakan partai untuk mengejar target sembilan kursi DPRD Pacitan, naik dari lima kursi yang dimiliki saat ini.

Target itu disampaikan Ketua DPC PKB Pacitan Fibi Irawan setelah pelaksanaan Musancab serentak di Rumah Makan Sehat, Jalan Lingkar Selatan, Pacitan, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kepengurusan baru yang dibentuk melalui forum tersebut akan menjalankan mandat organisasi untuk periode 2026-2031.

“Minimal selanjutnya PKB sembilan kursi,” kata Fibi.

Fibi menyadari target tersebut tidak sederhana. Ia meminta seluruh pengurus membangun kesolidan organisasi karena peningkatan perolehan kursi tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan struktur di tingkat cabang.

“Ini tidak mudah. Perlu kesolidan semua pengurus,” ujarnya.

Target sembilan kursi sekaligus menunjukkan bahwa konsolidasi PKB Pacitan tidak berhenti pada pergantian struktur kepengurusan.

Partai tersebut mulai mengarahkan organisasi pada kerja politik yang lebih panjang menuju kontestasi 2029.

Empat agenda PKB Pacitan

Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, melalui Abdullah Muhdi, menyebut terdapat empat agenda yang perlu dikerjakan PKB Pacitan dalam menghadapi Pemilu 2029.

Agenda pertama adalah regenerasi kepemimpinan. PKB diminta memberi ruang lebih besar kepada kader muda dan perempuan dalam struktur maupun aktivitas politik partai.

Abdullah menilai keterlibatan anak muda dan perempuan dalam Musancab menjadi modal penting bagi kesinambungan kaderisasi.

Regenerasi diperlukan agar organisasi tidak hanya bergantung pada figur dan pengurus yang sudah lama berada di dalam struktur.

Agenda kedua adalah transformasi digital. Struktur PKB hingga tingkat bawah didorong menguasai ruang informasi digital, bukan hanya untuk komunikasi internal, tetapi juga untuk menyampaikan kerja politik kepada masyarakat.

Perubahan pola komunikasi masyarakat membuat ruang digital menjadi bagian penting dari kerja organisasi.

Karena itu, pengurus di tingkat anak cabang dan ranting dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana konsolidasi sekaligus komunikasi publik.

Agenda ketiga adalah persiapan Pemilu 2029 sejak dini. Abdullah mengingatkan bahwa target politik tidak dapat dicapai secara mendadak menjelang hari pemungutan suara.

“Tidak ada kemenangan yang lahir secara instan. Kita rawat akarnya, kita sirami semuanya, dan kemudian kita akan panen. Karena tidak mungkin orang panen itu kalau tidak menanam,” kata Abdullah.

Pesan tersebut menempatkan target sembilan kursi sebagai pekerjaan organisasi jangka panjang. Konsolidasi struktur harus diterjemahkan menjadi kerja politik yang berkelanjutan di lapangan.

Agenda keempat adalah memperkuat kerja nyata di tengah masyarakat. PKB didorong tidak berhenti pada kegiatan internal dan seremonial, tetapi hadir melalui kerja yang memberikan manfaat serta menjawab persoalan masyarakat.

Abdullah mengatakan kekuatan PKB tidak hanya berada di tingkat cabang. Anak cabang dan ranting merupakan bagian penting karena berada lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang kaderisasi.

“Musyawarah tingkat kecamatan ini menjadi pijakan paling penting dalam pembangunan struktur kekuatan partai. Karena kekuatan sesungguhnya PKB adalah anak cabang dan anak ranting serta rantingnya,” ujarnya.

Target sembilan kursi dan pekerjaan rumah

PKB Pacitan kini memiliki lima kursi di DPRD setempat. Untuk mencapai target sembilan kursi pada Pemilu 2029, partai harus menambah empat kursi dibandingkan perolehan saat ini.

Angka tersebut menjadi ukuran yang konkret bagi kepengurusan baru periode 2026-2031. Namun, pencapaian target itu akan sangat bergantung pada kemampuan partai mengubah konsolidasi struktur menjadi kerja politik yang terukur di tengah masyarakat.

Abdullah juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar agar PKB Pacitan meningkatkan capaian politiknya.

“PKB Pacitan wajib naik kelas. Tekad harus nyata di setiap level kepengurusan PKB termasuk di level anak cabang dan ranting,” kata Abdullah yang merupakan anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029.

Dengan demikian, Musancab serentak bukan sekadar agenda penataan kepengurusan. Bagi PKB Pacitan, forum itu menjadi awal dari pekerjaan yang lebih panjang: membangun regenerasi, menguasai ruang digital, menyiapkan kontestasi sejak jauh hari, dan memastikan keberadaan partai terasa melalui kerja nyata di masyarakat.

Target sembilan kursi pada 2029 telah dipasang. Tantangannya kini adalah membuktikan apakah konsolidasi 1.055 pengurus mampu diterjemahkan menjadi kekuatan elektoral ketika pemilu tiba. (Acr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar