-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Bakti Sosial Kemensos Buka Layanan dan Bantuan bagi Warga Tulungagung

Bersama Dinsos Tulungagung, Kemensos menyalurkan ATENSI, menggelar khitanan massal dan donor darah, serta meluncurkan Rumah Terapi ABAKU gratis.
Kegiatan Bakti sosial Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinas Sosial Kabupaten. (Dok. Eka)
GARDAJATIM.COM : Bakti sosial Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung menghadirkan beragam layanan sosial bagi masyarakat, termasuk penyaluran bantuan ATENSI dan layanan terapi gratis melalui Rumah Terapi ABAKU. 

Kegiatan yang digelar di Kabupaten Tulungagung tersebut menyasar berbagai kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Kolaborasi Kemensos melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung dengan Dinsos Tulungagung itu memberikan bantuan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan penerima manfaat. 

Bantuan ATENSI mencakup lima klaster, yakni 18 penerima dari Klaster Anak, 66 Klaster Disabilitas, 60 Klaster Lansia, 33 Klaster ODHIV, dan 12 Klaster Rentan.

Bentuk bantuan meliputi tambahan nutrisi dan sembako, perlengkapan kebutuhan hidup layak, peralatan usaha, alat bantu disabilitas hingga bantuan hewan ternak berupa kambing beserta kandangnya. 

Bantuan lainnya berupa kasur, selimut, lemari, handuk, kompor gas dan LPG, sepeda untuk anak, serta peralatan dan bahan usaha.

Rangkaian kegiatan juga mencakup khitanan massal yang diikuti 11 anak dengan dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. 

Selain itu, PMI Tulungagung mendukung kegiatan donor darah yang melibatkan berbagai unsur pilar sosial sebagai bagian dari upaya membantu ketersediaan darah bagi masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Efif Sakti Wibowo, mengapresiasi dukungan Kemensos, khususnya Sentra Terpadu Kartini Temanggung. 

Ia menilai penanganan persoalan sosial membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah, pemerintah desa, lembaga sosial, dunia usaha, masyarakat, serta pilar-pilar sosial.

“Permasalahan sosial tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga sosial, masyarakat dan seluruh pilar sosial. Bakti sosial ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Efif, Selasa (12/8/2026).

Pada kesempatan yang sama, Kemensos dan Dinsos Tulungagung meluncurkan Rumah Terapi “ABAKU”, singkatan dari Anak Berdaya, Adaptif, Kreatif, dan Unggul. 

Fasilitas tersebut memberikan layanan terapi secara gratis dan saat ini tercatat 32 anak aktif menerima layanan, yang diharapkan terus berkembang serta menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan ATENSI yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Bantuan seperti peralatan usaha, kebutuhan hidup layak, alat bantu disabilitas maupun dukungan lainnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat dan mendorong mereka menjadi lebih mandiri,” jelasnya.

Efif juga menegaskan pentingnya keberlanjutan kolaborasi agar pelayanan rehabilitasi sosial dan bantuan dapat semakin tepat sasaran. 

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial RI, khususnya Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat Tulungagung yang mendapatkan manfaat,” pungkasnya. (@Eka)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar