-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Bupati Buleleng Pelajari Skema KPBU Penerangan Jalan di Madiun

Pemkab Buleleng mempelajari skema KPBU APJ Kabupaten Madiun di tengah keterbatasan fiskal.
Kunjungan Kerja Bupati Buleleng ke Kabupaten Madiun. (Dok. Kominfo)
GARDAJATIM.COM : Bupati Buleleng, Bali, I Nyoman Sutjidra bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Madiun untuk mempelajari penerapan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada sektor Alat Penerangan Jalan (APJ), Senin (10/8/2026). 

Skema tersebut diharapkan dapat diterapkan di Kabupaten Buleleng untuk mendukung pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Kunjungan berlangsung di Ruang Rapat IT, Puspem, Caruban. Rombongan Pemkab Buleleng ingin menggali pengalaman Kabupaten Madiun dalam menjalankan KPBU APJ, termasuk pola pembiayaan yang memungkinkan pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa tekanan langsung terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

I Nyoman Sutjidra mengatakan kondisi fiskal daerahnya menjadi salah satu alasan Pemkab Buleleng mempelajari skema tersebut. 

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan publik terus meningkat sehingga diperlukan inovasi pembiayaan pembangunan.

"Karena fiskal kami rendah Pak, di Bali. Untuk belanja juga cukup tinggi. Maka itu, kami mohon arahannya dari Pak Bupati beserta jajaran terkait implementasi KPBU APJ ini. Dan terima kasih, Pak Bupati beserta jajaran sudah meluangkan waktunya bagi kami", ucap Sujitdra.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi karena Kabupaten Madiun dipilih sebagai lokasi studi pengelolaan infrastruktur dengan skema KPBU. 

Di Kabupaten Madiun, pola tersebut menggunakan skema design - build- finance- operate- maintenance- transfer (DBFOMT) sebagai salah satu pendekatan untuk mengatasi keterbatasan anggaran.

"Terima kasih, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tujuan studi bagi Pemkab Buleleng, dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur skema KPBU ini, melalui pembangunan yang lebih efisien, cepat dan berorientasi pada peningkatan investasi serta manfaat bagi daerah", ungkap Bupati.

Hari Wuryanto menjelaskan keberadaan penerangan jalan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, pencegahan kriminalitas, serta aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan dan perdesaan. Ia juga menyoroti pentingnya penerangan pada titik-titik yang selama ini menjadi dark spot.

"Manfaat KPBU APJ bagi daerah ini sangat penting pak Bupati, terlebih tempat-tempat dark spot itu. Yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Kalau dengan adanya penerangan ini, Insyaallah angka kecelakaan bisa ditekan", ujarnya.

Menurut Hari Wuryanto, pelaksanaan KPBU APJ membutuhkan perencanaan, regulasi, sinergi, dan komunikasi yang baik antarpihak. Pengalaman tersebut, kata dia, dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Buleleng.

"Mudah-mudahan ini nanti bisa menjadi acuan bagi Pemkab Buleleng untuk bisa memberikan penerangan kepada masyarakat lebih baik lagi, meskipun saat ini juga sudah ya. Kami yakin bisa, karena Buleleng kan tempat wisata", tutup Bupati.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan pertukaran plakat antara Pemkab Madiun dan Pemkab Buleleng. Kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan kedua pemerintah daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan kebijakan pembangunan yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat. (@Red/Kominfo)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar