Puluhan Nasabah Geruduk Rumah Founder BMT MBS Syariah, Tuntut Kepastian Pencairan Dana
Nasabah Mengaku Kesulitan Mencairkan Tabungan dan Deposito, Data Grup WA Rekap Rp6 Miliar.
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Para Nasabah Berkumpul di Depan Rumah Founder BMT MBS Syariah. (Dok. Noor) |
GARDAJATIM.COM : Puluhan nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Mitra Berkah Sejahtera (BMT MBS Syariah) mendatangi rumah founder sekaligus pemilik koperasi, Sugeng Widodo, di Perumahan City Garden Asri Blok D-8, Jiwan, Kabupaten Madiun, Minggu (9/8/2026).
Mereka menuntut kepastian pencairan tabungan dan deposito yang hingga kini belum dapat ditarik.
Nasabah dari wilayah Madiun dan wilayah Magetan itu mendatangi lokasi sejak pagi karena mengaku telah berulang kali mengajukan pencairan dana, tetapi belum mendapatkan kepastian waktu pembayaran.
Salah satu nasabah, Suparti, warga Tegalarum, Kecamatan Bendo, mengaku memiliki deposito Rp600 juta yang dihimpun bersama anak-anaknya.
Dana tersebut ditempatkan di BMT MBS Syariah cabang Jiwan yang menurutnya sudah tidak beroperasi sejak Juni 2026.
“Deposito saya sama anak-anak digabung, totalnya Rp600 juta. Itu di cabang Jiwan. Cabangnya sudah tutup sejak Juni,” ujar Suparti.
Suparti mengaku telah mendatangi kediaman Sugeng Widodo untuk meminta kepastian pencairan. Namun, ia mengatakan hanya menerima sejumlah uang dan belum mendapatkan kejelasan kapan sisa dananya dapat dikembalikan.
“Katanya belum ada uang dan masih diusahakan. Tapi sampai sekarang tidak ada ujungnya,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Dina, warga Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan. Ia mengaku memiliki simpanan Rp40 juta di BMT MBS Syariah dan telah beberapa kali berupaya menarik dana tersebut.
“Saya menyimpan di MBS Rp40 juta. Berkali-kali saya ambil, sampai sekarang belum bisa,” ujar Dina.
Dina mengaku telah mendatangi kantor pusat BMT MBS Syariah di Jalan Manyar, Kincang, Kecamatan Jiwan, untuk menanyakan pencairan. Namun, menurutnya, belum ada kepastian kapan dana tersebut dapat ditarik.
Persoalan serupa disebut dialami nasabah lain dengan nilai simpanan yang beragam.
Para nasabah juga membentuk grup WhatsApp yang beranggotakan ratusan orang untuk berkomunikasi dan mendata dana yang belum dapat dicairkan. Dari rekap internal grup, sedikitnya 104 nasabah tercatat dengan total dana sekitar Rp6 miliar.
Angka ini belum mencerminkan keseluruhan dana bermasalah karena baru berdasarkan data anggota grup dan belum diverifikasi secara independen, sehingga masih berpotensi bertambah.
Di lokasi, para nasabah berharap dapat bertemu langsung dengan Sugeng Widodo. Namun, hingga siang hari, Sugeng tidak keluar menemui mereka dan rumahnya terlihat tertutup serta terkunci dari dalam.
Sejumlah anggota Polres Madiun Kota turut berada di lokasi untuk memantau situasi dan menjaga keamanan. Kasat Reskrim AKP Agus Riadi bersama Kapolsek Jiwan AKP Bambang Wahyujati juga sempat mendatangi kerumunan nasabah.
Namun, saat ditemui awak media, AKP Agus Riadi belum bersedia memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. Situasi di lokasi terpantau kondusif.
Sebelumnya diberitakan nasabah telah mengadukan persoalan tersebut kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto dan meminta pemerintah membantu mencarikan solusi atas dana yang belum dapat ditarik.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan langsung dari Sugeng Widodo maupun pihak manajemen BMT MBS Syariah terkait keluhan nasabah, termasuk rekap 104 nasabah dengan total dana sekitar Rp6 miliar tersebut. (@Arg)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
