Ribuan Pengamal Sholawat Wahidiyah Gelar Doa Bersama di Caruban
Mujahadah Nisfussanah dan doa bersama di Alun-Alun Reksogati Caruban memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 RI.
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Mujahadah Nisfussanah dan doa bersama (Dok Ist) |
Mereka mengikuti Mujahadah Nisfussanah dan doa bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 RI.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan sholawat dan doa bersama yang berlangsung khidmat. Acara tersebut dipimpin Kyai Abdul Madjid Ali Fikri, Pengasuh Ponpes Almunadhoroh, Kedunglo, Kediri.
Mewakili Bupati Madiun, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto mengajak jemaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan itu dinilai relevan dalam membangun hubungan sosial, kepemimpinan, dan kehidupan bermasyarakat.
"Dengan meneladani beliau, kita dapat membangun masyarakat yang penuh kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan," ungkapnya.
Menurut Sigit, peringatan Maulid Nabi yang bertepatan dengan momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan mengenang perjuangan para pahlawan.
Ia mengajak generasi penerus meneruskan perjuangan tersebut melalui karya nyata untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Ia mengatakan lantunan sholawat dan doa bersama diharapkan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga persatuan bangsa.
Pemkab Madiun juga mendorong jemaah memperkuat tiga bentuk persaudaraan, yakni Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, dan Ukhuwah Insaniyah.
Doa bersama diarahkan untuk Kabupaten Madiun dan Indonesia agar senantiasa memperoleh keberkahan, dijauhkan dari bencana, serta diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Mujahadah Nisfussanah dan doa bersama tersebut menjadi rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 RI yang diikuti ribuan pengamal Sholawat Wahidiyah di Alun-Alun Reksogati Caruban. (@Red/Kominfo)
Sebelumnya
...
