-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Hari Keenam Pascagempa, Polri Terus Kirim Bantuan ke NTT

Personel Brimob Polri membantu proses evakuasi korban gempa menuju Posko Kesehatan Pengungsian di Desa Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Memasuki hari keenam pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Polri masih mengerahkan personel untuk evakuasi, pelayanan pengungsi, distribusi bantuan, hingga pemulihan akses komunikasi.

Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, sedikitnya 249,2 ton bantuan logistik dan kemanusiaan telah dikirim ke wilayah terdampak.

Operasi kemanusiaan itu berjalan di tengah kebutuhan warga yang berbeda-beda di setiap lokasi pengungsian.

Polri menyatakan pengerahan personel dan distribusi bantuan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kekuatan Polri terus dikerahkan mengikuti kebutuhan masyarakat terdampak.

“Sejak awal bencana hingga memasuki hari keenam, Polri tetap konsisten hadir dan bergerak. Personel Brimob terus dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pelayanan masyarakat, sementara dukungan logistik terus didorong ke wilayah terdampak. Kami memastikan penanganan terus berjalan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).

Di lapangan, Korbrimob Polri yang diperbantukan ke Polda NTT masih menjalankan sejumlah tugas kemanusiaan.

Pada Kamis, 10 personel Korbrimob yang dipimpin Ipda Alfonsius Anselmus membantu evakuasi korban menuju Posko Kesehatan Pengungsian di Desa Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, bersama Basarnas.

Dukungan tidak hanya berupa tenaga evakuasi. Di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, personel TIK Korbrimob memasang Starlink dan Wontech di Posko Brimob.

Perangkat tersebut digunakan untuk menopang akses komunikasi dan kebutuhan daya listrik bagi pengungsi serta relawan.

Sementara itu, lima personel Korbrimob yang dipimpin Danki Penugasan AKP Roy Ronaldo Dansu melakukan pendataan sekaligus penyaluran bantuan di Posko Terpadu Polri Peduli Bencana Barangkolong. Bantuan menyasar kebutuhan dasar batita, balita, dan masyarakat terdampak, termasuk sembako.

“Kebutuhan di setiap lokasi berbeda. Karena itu personel terus melakukan pendataan dan asesmen agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga. Selama masa tanggap darurat, pelayanan dan dukungan akan terus kami lakukan,” kata Trunoyudo.

249,2 Ton Bantuan Telah Dikirim

Selain pengerahan personel, distribusi logistik menjadi bagian penting dari operasi kemanusiaan Polri. Hingga Kamis, total bantuan yang telah dikirim mencapai 249,2 ton.

Angka itu merupakan akumulasi 247,66 ton bantuan yang telah dikirim hingga 18 Agustus 2026, ditambah pengiriman logistik terbaru melalui jalur udara pada 19 Agustus 2026.

Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Polri kembali mengirimkan 1,44 ton logistik menggunakan pesawat CN-295 registrasi P-4501 dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.

Muatan tersebut terdiri atas 14 koli obat-obatan seberat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram, serta 120 unit kasur lipat seberat 420 kilogram.

Distribusi kemudian dilanjutkan melalui jalur udara. Helikopter Bell 429 registrasi P-3202 membawa sekitar 100 kilogram bantuan logistik dari Labuan Bajo menuju Reo, Kabupaten Manggarai.

Bantuan itu terdiri atas mi instan, kopi sachet, makanan dan biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik, serta perlengkapan lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan personel di wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, bantuan Polri berasal dari Mabes Polri dan jajaran kewilayahan. Bantuan mencakup bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, kasur, selimut, perlengkapan bayi, sarana komunikasi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.

236 Personel BKO Dikerahkan

Polri juga mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Personel tersebut memiliki kemampuan SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan.

Sebelumnya, pada Selasa, 18 Agustus 2026, Kapolri menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan koordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat.

Trunoyudo menegaskan penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi.

“Penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Polri terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait. Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, personel Polri akan terus berada di lapangan dan dukungan logistik akan terus kami dorong sesuai kebutuhan,” tegas Trunoyudo.

Memasuki hari keenam pascagempa, operasi Polri di NTT tidak berhenti pada pengerahan personel. Evakuasi, pelayanan pengungsi, dukungan komunikasi, serta distribusi logistik terus berjalan dengan pola pendataan dan asesmen di lapangan. 

Pemerintah dan lembaga terkait masih menghadapi kebutuhan warga yang berubah sesuai kondisi masing-masing wilayah terdampak. (Hms/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar