-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Konflik Kades Kunti Ponorogo Berakhir Damai, Laporan Akan Dicabut

Kepala Desa Kunti, Kartono, bersama Wiji Lestari dan dua saksi memperlihatkan dokumen kesepakatan damai setelah perselisihan kedua belah pihak berakhir secara kekeluargaan. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Perselisihan antara Kepala Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Kartono, dan Wiji Lestari berakhir dengan kesepakatan damai.

Perdamaian itu mencakup klarifikasi mengenai isu sertifikat tanah yang sebelumnya disebut menjadi agunan serta rencana pencabutan laporan di kepolisian.

Wiji Lestari membenarkan adanya kesepakatan tersebut saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan WhatsApp.

Ia mengatakan perdamaian ditempuh demi menjaga kerukunan warga dan mengakhiri perselisihan yang terjadi akibat emosi sesaat.

Wiji membantah informasi yang menyebut Kepala Desa Kunti Kartono menjaminkan sertifikat tanah. Menurut dia, sertifikat asli masih berada di tangan pemiliknya.

Ketika ditanya mengenai agunan yang sebenarnya, Wiji menegaskan bahwa sertifikat hak milik (SHM) miliknya masih dipegang sendiri.

"SHM milik saya masih saya pegang," ujar Wiji dalam percakapan melalui WhatsApp, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Wiji, persoalan yang berkembang akhirnya diselesaikan melalui kesepakatan damai.

"Kesepakatan diambil demi kebaikan bersama, menjaga kerukunan warga (guyub rukun), serta mengakhiri perselisihan akibat emosi sesaat," ujarnya.

Laporan Akan Dicabut

Kesepakatan damai telah ditandatangani di rumah salah satu saudara. Setelah kesepakatan tersebut, kedua pihak berencana mengakhiri proses laporan yang telah berjalan di kepolisian.

"Saya akan mencabut laporan di Polres Ponorogo besok, Jumat 14 Agustus 2026," kata Wiji.

Ia berharap perdamaian tersebut menjadi titik akhir persoalan. Kedua pihak diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas secara normal tanpa dendam maupun permusuhan di kemudian hari.

Sementara itu, Kartono saat ditemui di ruang kerjanya mengaku bersyukur persoalan tersebut berakhir melalui jalan damai.

Dirinya berharap warga masyarakat, khususnya Desa Kunti, dapat kembali guyub rukun dan bersama-sama membangun desa.

"Kita harap ini jadi moment untuk kita sama sama bersatu tidak mudah terprovokasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab," tutupnya. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar