-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

MBG B3 di Bungkal Ponorogo Dirapel, SPPG Sebut atas Permintaan Posyandu

Foto: Ilustrasi generated Ai.
GARDAJATIM.COM: Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok B3 ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak di Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, pada Kamis (13/8/2026) dilakukan sekaligus untuk kebutuhan dua hari, Kamis dan Jumat (13–14 Agustus).

Pola distribusi ini menjadi perhatian karena MBG untuk kelompok B3 semestinya diberikan secara rutin, sementara informasi yang beredar menyebut makanan yang diterima berupa menu kering.

Kepala SPPG Kunti Bungkal Ponorogo, Wahyudi Pujianto, membantah makanan yang disalurkan merupakan menu kering.

Ia mengatakan makanan yang disiapkan SPPG berupa menu siap santap.

"Menu kami siap santap, Pak, bukan kering," ujar Wahyudi saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Wahyudi, distribusi secara rapel bukan keputusan sepihak SPPG. Pola tersebut dilakukan atas permintaan PIC posyandu setelah sebelumnya banyak makanan yang dikirim setiap hari tidak diambil di posyandu.

Ia mengatakan PIC kemudian meminta agar pengiriman dilakukan bersamaan dengan kegiatan posyandu.

Dengan pola itu, makanan dapat disalurkan ketika penerima berkumpul dalam kegiatan tersebut.

"Terkait rapel sebenarnya kami kirimkan setiap hari seperti sebelumnya. Namun karena banyak kegiatan dan saat ini sesuai permintaan PIC posyandu, kami mengirimkan saat ada kegiatan posyandu," jelasnya.

Wahyudi menjelaskan, SPPG tidak hanya mengirimkan makanan kepada kelompok penerima, tetapi juga ke kantor desa.

Setelah makanan diterima, proses penyaluran kepada penerima menjadi tanggung jawab PIC.

PIC, kata Wahyudi, juga memiliki kewajiban memastikan penerima yang berhalangan hadir tetap memperoleh makanan.

Jika penerima tidak datang ke lokasi distribusi, makanan seharusnya diantarkan ke rumah.

"PIC juga dapat insentif dari SPPG. Apabila penerima berhalangan hadir, PIC harus mengirimkan ke rumah," katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan distribusi tidak hanya berada pada tahap pengiriman makanan dari SPPG.

Mekanisme setelah makanan diterima, termasuk memastikan makanan sampai kepada penerima yang tidak hadir, juga menjadi bagian penting dalam rantai penyaluran MBG.

Terkait informasi mengenai menu kering dan distribusi yang disebut tidak sesuai ketentuan, Wahyudi meminta sumber informasi tersebut ditelusuri.

Menurut dia, klarifikasi diperlukan agar persoalan dapat diketahui secara jelas sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi SPPG.

"Kami juga ingin tahu informasi tersebut dari mana, supaya bisa untuk perbaikan dan kami bisa menelusurinya," ujarnya.

Wahyudi kembali menegaskan bahwa distribusi rapel untuk menu B3 dilakukan atas permintaan PIC posyandu.

Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya banyak menu yang dikirim tidak diambil di pos.

"Rapel menu B3 sekali lagi atas permintaan PIC. Sebelumnya menu kami banyak yang tidak diambil di pos. PIC meminta kalau bisa menu siap santap," pungkas Wahyudi. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar