Nasi Liwet Merah Putih, Kreasi Menu Kemerdekaan di SPPG Patihan Kidul Siman
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
Menu ini dirancang ahli gizi bersama Kepala SPPG untuk memberi pengalaman makan berbeda kepada penerima manfaat, sekaligus tetap menjaga kebutuhan gizi.
Frisilia Elista, ahli gizi SPPG Patihan Kidul mengatakan, menu tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Kepala SPPG. Kreasi itu disusun di luar siklus menu rutin dengan tetap mempertimbangkan komposisi gizi.
“Menu tematik kemerdekaan ini kami susun sebagai bentuk apresiasi terhadap momentum 17 Agustus sekaligus memberikan pengalaman makan yang lebih menarik bagi penerima manfaat. Penyusunannya dilakukan bersama ahli gizi dan Kepala SPPG dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizi, meskipun menu tersebut berada di luar siklus rutin,” ujar Frisilia.
Menurut Frisilia, konsep merah-putih tidak hanya berkaitan dengan peringatan kemerdekaan.
Menu tersebut juga dirancang sebagai media sederhana untuk mengenalkan nilai kebangsaan melalui makanan yang dikonsumsi anak-anak.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga mengenal nilai-nilai kebangsaan, makanan Nusantara, serta memahami bahwa makanan bergizi dapat dikembangkan dari kekayaan pangan dan kuliner Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan, menu tematik juga memiliki tujuan meningkatkan daya tarik makanan dan nafsu makan penerima manfaat.
![]() |
| Frisilia Elista, ahli gizi SPPG Patihan Kidul, Siman, Ponorogo. |
Tampilan merah-putih diharapkan membuat makanan lebih menarik dibandingkan menu harian.
“Yang tidak kalah penting, tampilan makanan yang berbeda dapat meningkatkan ketertarikan dan nafsu makan penerima manfaat. Jadi, menu kemerdekaan ini bukan sekadar soal warna merah dan putih, tetapi juga bagaimana makanan bergizi bisa menjadi pengalaman yang menarik sekaligus sarana edukasi,” kata Frisilia.
Pemanfaatan pangan lokal juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan menu.
Bahan yang mudah diperoleh di daerah sekitar digunakan sekaligus untuk mendukung produk, petani, dan peternak lokal.
“Selain mendukung ketersediaan bahan di daerah sekitar, kami juga ingin ikut mendukung produk, petani, dan peternak lokal,” ujarnya.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan tim pengolahan menjadi Nasi Liwet Merah Putih.
Sri Wahyuni, anggota tim pengolahan atau koki, mengatakan gagasan menu itu bermula dari masukan ahli gizi yang kemudian dibahas dan disepakati bersama oleh tim.
Berbeda dari nasi putih biasa, nasi liwet dibuat dalam dua warna secara alami. Warna merah diperoleh dari angkak, sedangkan bagian putih menggunakan beras biasa.
"Kami tidak menggunakan beras merah asli karena teksturnya cenderung lebih keras dan dikhawatirkan tidak serasi saat disandingkan dengan nasi putih. Jadi, kami memilih pewarna alami dari angkak agar teksturnya tetap lembut dan rasanya tidak berubah," jelas Sri Wahyuni.
![]() |
| Tim pemorsian SPPG Patihan Kidul, Siman, Ponorogo, menyiapkan Nasi Liwet Merah Putih untuk menu khusus HUT ke-81 Kemerdekaan RI. |
Penggunaan angkak membuat proses persiapan sedikit lebih rumit dibandingkan pengolahan nasi pada hari biasa. Namun, Sri mengatakan proses tersebut tidak mengubah cita rasa hidangan.
Perubahan juga terjadi pada tahap pemorsian. Sherly Kurniawati, Koordinator Tim Pemorsian, mengatakan petugas yang biasanya hanya mengambil satu jenis nasi putih harus menyiapkan dua wakul terpisah berisi nasi merah dan putih.
Perubahan teknis itu membuat jadwal penyiapan sedikit bergeser dari hari biasa. Meski demikian, seluruh proses tetap berjalan lancar.
“Hari ini benar-benar istimewa! Biasanya cuma ambil nasi putih saja, tapi hari ini ada dua wakul: merah dan putih. Harapannya anak-anak suka dan makanan hari ini habis semua, karena menunya memang sangat enak,” ungkap Sherly dengan penuh semangat.
Sherly berharap, sajian itu tidak hanya memberikan pengalaman makan yang berbeda, tetapi juga dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh penerima makanan.
Adapun susunan menu terdiri atas nasi liwet merah putih sebagai sumber karbohidrat, daging serundeng gepuk sebagai lauk protein hewani, orek tempe sebagai protein nabati, tumis kacang panjang sebagai sayuran, serta buah jeruk sebagai pelengkap. (Fjr)
Sebelumnya
...


