-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Pastikan Keamanan Pangan Terjaga, RSUD dr Darsono Pacitan Latih 50 Jasa Boga Rumah Sakit

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari ahli gizi, pengolah makanan dan pramusaji mengikuti pelatihan keamanan pangan olahan siap saji yang diselenggarakan oleh RSUD dr Darsono Pacitan, Selasa (11/8/2026).


GARDAJATIM.COM: RSUD dr. Darsono Pacitan menggelar Pelatihan Keamanan Pangan (PKP) olahan siap saji bagi jasa boga rumah sakit. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya RSUD untuk terus meningkatkan dan menjaga kompetensi tenaga penyelenggara makanan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan, higiene dan sanitasi.

Pelatihan ini dibagi menjadi dua gelombang yang dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 untuk gelombang pertama, dan Rabu, 9 September 2026 gelombang kedua. 

Kegiatan pelatihan bertempat di ruang pertemuan lantai III RSUD dr Darsono dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari ahli gizi, pengolah makanan dan pramusaji. 

Materi pelatihan meliputi kebijakan keamanan pangan, pembersihan dan sanitasi peralatan, cemaran pangan dan penyakit bawaan makanan, serta tahapan proses produksi pangan siap saji.

Peserta juga dibekali materi pemeliharaan lingkungan kerja dan pengendalian vektor pembawa penyakit.


Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto menjelaskan bahwa, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya rumah sakit dalam hal pengolahan dan penyajian makanan yang sehat dan aman.

"Keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pelayanan rumah sakit. Makanan yang diberikan kepada pasien harus dipastikan aman, higienis dan memenuhi persyaratan kesehatan yang ada," ujar dr. Johan, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, keamanan pangan adalah suatu keharusan dan tidak bisa ditawar dalam pelayanan kesehatan, terutama di RSUD dr Darsono Pacitan.

"Faktor utama kesehatan adalah dari makanan. Kalau makanannya saja tidak sehat tentu kesehatan yang lain juga sulit dicapai," tegasnya.

Ia meminta kepada seluruh peserta agar selalu konsisten melakukan pengolahan dan penyajian makanan sesuai dengan standar kompetensi yang diberikan dalam pelatihan.

"Melalui pelatihan ini diharapkan tenaga penyelenggara makanan semakin kompeten dalam memastikan makanan yang diolah dan disajikan aman, bermutu, higienis, serta memenuhi persyaratan kesehatan," pungkasnya. (Eko)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar