Upacara HUT ke-81 RI di Rutan Ponorogo Soroti Makna Pengabdian
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Suasana upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Rutan Kelas IIB Ponorogo. (Foto: Istimewa) |
Kegiatan ini diikuti seluruh pegawai, peserta pemagangan, dan Warga Binaan, sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pengabdian, pembinaan, dan pelayanan yang humanis dalam sistem Pemasyarakatan.
Upacara dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Ponorogo, Gulang Rinanto, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Ia membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penguat semangat pengabdian, persatuan, dan komitmen dalam menjalankan tugas.
Pesan itu menjadi pengingat bagi jajaran Rutan Ponorogo bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan tidak berhenti pada seremoni peringatan.
Nilai kemerdekaan harus diisi dengan karya, dedikasi, dan pengabdian, terutama melalui pelaksanaan tugas yang profesional dan berintegritas serta pelayanan dan pembinaan yang mengedepankan pendekatan humanis.
Bagi jajaran Pemasyarakatan, semangat kemerdekaan juga diuji melalui kerja nyata. Pelayanan kepada Warga Binaan dan pembinaan yang berkelanjutan menjadi bagian dari upaya membangun sistem Pemasyarakatan yang semakin baik sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI turut menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada Warga Binaan.
Melalui kegiatan seperti upacara, mereka diharapkan semakin memahami arti perjuangan, menghargai jasa para pahlawan, serta memandang masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Rutan Ponorogo menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan optimal, memperkuat pembinaan, dan menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Karena itu, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti sebagai ritual tahunan, melainkan tercermin dalam setiap langkah dan pengabdian seluruh insan Pemasyarakatan. (Hms/Red)
Sebelumnya
...
