-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Bahlil Mini Soccer Ponorogo Dibuka Ali Mufthi, Ini Pesannya

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur H. Ali Mufthi bersama tim Golkar berfoto usai bertanding dalam laga ekshibisi melawan tim PKB. (Foto: Fajar/Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Lapangan Gontor Mini Soccer di Jalan Semeru, Banyudono, Ponorogo, menjadi ruang pertemuan antara olahraga, anak muda, dan politik, Kamis (3/9/2026).

DPD Partai Golkar Jawa Timur menggelar Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya sebagai upaya mendekatkan dunia politik dengan generasi muda melalui kegiatan yang sedang digandrungi.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur H. Ali Mufthi secara langsung membuka kegiatan tersebut.

Ali Mufthi yang juga Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil VII Jawa Timur, menilai olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan kalangan muda.

Menurutnya, politik tidak seharusnya selalu ditampilkan dengan wajah yang kaku dan menegangkan.

“Partai itu tidak harus yang seram-seram, partai itu tidak harus yang mengerikan, partai itu tidak harus yang kejam. Tapi partai itu menyenangkan. Semua senang, happy. Itulah sebenarnya partai politik,” kata Ali Mufthi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita dan jajaran Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Atika Banowati, dari Daerah Pemilihan IX Fraksi Partai Golkar.
Kehadiran pengurus dan kader Golkar dari wilayah Madiun Raya juga menambah semarak pembukaan Bahlil Mini Soccer yang melibatkan peserta dari sejumlah daerah.

Ali Mufthi mengatakan mini soccer dipilih bukan tanpa alasan.

Olahraga tersebut saat ini tengah populer dan menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati generasi muda.

Karena itu, Golkar Jawa Timur ingin hadir melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian anak muda.

“Karena ini lagi ngetren, lagi digandrungi anak-anak muda. Sekaligus sebagai sebuah jawaban dari Partai Golkar bahwa apa yang dikehendaki anak muda, itulah Golkar hadir,” ujarnya.

Bagi Ali, kegiatan seperti Bahlil Mini Soccer bukan sekadar kompetisi olahraga.

Ada pesan yang ingin disampaikan kepada generasi muda, terutama agar mereka tidak menjauh atau memandang politik sebagai sesuatu yang menakutkan.

“Intinya bahwa anak-anak muda jangan alergi partai politik. Ya itu saja yang kita pengin,” tegasnya.

Ia menilai generasi muda perlu diberikan gambaran bahwa politik juga dapat menjadi ruang yang terbuka, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan mereka.

“Kalau anak muda kita perlihatkan bahwa berpolitik itu asyik, maka kita harapkan mereka mendekat. Terserah kepada siapa, ke Golkar, ke mana, terserah,” katanya.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya di Ponorogo disebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang disiapkan DPD Partai Golkar Jawa Timur.

Ali Mufthi berharap penyelenggaraan kompetisi tersebut dapat berjalan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Ia juga melihat tingginya antusiasme peserta sebagai modal penting untuk pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.
Menurut Ali, program Bahlil Mini Soccer bahkan diproyeksikan menjadi pilot project yang dapat dikembangkan dalam skala lebih luas.

“Ini akan menjadi pilot project bagi Golkar dan insyaallah akan dinasionalisakan sebagai agenda rutin Golkar Nasional,” ungkapnya.

Para pemenang dan peserta terbaik dari berbagai zona nantinya dijadwalkan bertemu kembali di Surabaya pada 18–19 Oktober 2026.

Dalam agenda tersebut, mereka direncanakan akan mengikuti pertandingan bersama Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Ali mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti kompetisi, termasuk pertandingan ekshibisi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

“Saya pikir seluruhnya compact, pemainnya senang. Yang pemain exhibition juga bahagia. PKB, sahabat kita, juga senang. Ini sesuatu yang fun, ini happy,” ujarnya.

Selain mini soccer, DPD Partai Golkar Jawa Timur mulai mempertimbangkan pengembangan kegiatan olahraga lain yang memiliki basis besar di kalangan generasi muda.

Salah satu yang tengah digagas adalah pencak silat.

Ali menilai Jawa Timur memiliki banyak anak muda yang aktif dalam berbagai perguruan silat sehingga perlu mendapatkan ruang kegiatan yang positif dan terarah.

“Yang memungkinkan adalah silat. Kita lagi mencoba mengkreasi, menggagas ide tentang silat itu,” katanya.

Menurutnya, besarnya jumlah generasi muda yang berkecimpung di dunia persilatan perlu diakomodasi melalui kegiatan yang dapat mempertemukan mereka dalam ruang yang positif.

Bahlil Mini Soccer di Ponorogo pun menjadi salah satu langkah Golkar Jawa Timur membangun pendekatan politik yang berbeda.

Bukan hanya melalui forum dan panggung politik, tetapi juga lewat lapangan olahraga yang kini menjadi bagian dari kehidupan dan tren generasi muda.

Dengan pendekatan tersebut, Golkar Jawa Timur berharap semakin banyak anak muda yang tidak lagi melihat politik sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar