Bakar Semak Ditinggal, Api Nyaris Merembet ke Balai Kelurahan Setono
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Lahan aset Pemkab Ponorogo di sebelah selatan Kantor Kelurahan Setono terbakar. (Foto: Fajar/Gardajatim.com) |
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Api yang semula digunakan untuk membersihkan lahan ditinggalkan saat kondisi api masih menyala.
Hembusan angin cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat membesar. Api bahkan menjulang dan berada sangat dekat dengan bangunan balai kelurahan yang jaraknya diperkirakan hanya 1–2 meter.
Pegawai dan perangkat kelurahan yang mengetahui kondisi tersebut langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya dan air PAM. Upaya itu dilakukan untuk mencegah kobaran merembet ke bangunan.
BPBD Ponorogo kemudian tiba di lokasi setelah mendapat laporan dari pihak kelurahan. Petugas langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sebelum mencapai balai kelurahan.
Lahan yang terbakar merupakan aset Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Area tersebut dipenuhi semak dan tanaman perdu yang cukup lebat.
Pembakaran dilakukan sebagai upaya membersihkan lahan. Area tersebut disebut diproyeksikan menjadi tempat parkir untuk mendukung kawasan wisata religi Makam Batoro Katong.
Namun, kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau membuat api mudah membesar. Angin kencang juga membuat kobaran dan asap menyebar ke sekitar lokasi.
Kebakaran tersebut sempat mengganggu aktivitas di Balai Kelurahan Setono. Saat kejadian, sedang digelar kegiatan sosialisasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Kegiatan itu dihadiri perwakilan dari empat desa di Kecamatan Jenangan, termasuk Camat Jenangan.
Asap tebal dari lahan terbakar dan sampah yang beterbangan membuat suasana kegiatan di dalam balai kelurahan menjadi tidak nyaman.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan. Tidak ada kerusakan pada Balai Kelurahan Setono akibat peristiwa tersebut.
Kejadian ini menjadi perhatian karena pembakaran dilakukan di lahan terbuka yang berada sangat dekat dengan fasilitas pelayanan masyarakat, terlebih dalam kondisi kemarau, angin kencang dan ditinggalkan begitu saja. (Fjr)
Sebelumnya
...
