-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Digadang Dampingi Lisdyarita, Mas Kirun Soroti Lapangan Kerja dan Kemandirian Gen Z Ponorogo

Edy Sukarno, Staf Administrasi Setjen DPR RI. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Nama Edy Sukarno atau yang akrab disapa Mas Kirun mulai muncul dalam bursa calon wakil bupati (cawabup) Ponorogo.

Putra daerah yang juga Staf Administrasi Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI tersebut digadang-gadang berpotensi mendampingi Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Di tengah dinamika tersebut, Mas Kirun membawa perhatian pada persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama masa depan generasi muda.

Salah satu gagasan yang disorot adalah upaya mengurangi pengangguran Gen Z di Ponorogo melalui pemberdayaan keterampilan, dukungan modal usaha, serta pengembangan sektor ekonomi produktif.

Semangat yang dibawa Mas Kirun terangkum dalam prinsip “asale wong cilik, ngabekti ning wong cilik”.

Gen Z Tak Hanya Jadi Pencari Kerja

Menurut gagasan yang ditawarkan, penyelesaian persoalan pengangguran tidak cukup hanya dengan menunggu terbukanya lapangan pekerjaan.

Generasi muda perlu dibekali keterampilan praktis yang sesuai dengan minat dan potensi mereka. Dengan bekal tersebut, anak muda diharapkan mampu menciptakan usaha sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lainnya.

Pelatihan dapat diarahkan ke sejumlah bidang, mulai dari pertanian modern, peternakan hingga industri kreatif.

Konsep ini menempatkan Gen Z bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pelaku usaha dan penggerak ekonomi daerah.

Dorong Akses Modal dan Lahan Produktif

Selain pelatihan, dukungan modal usaha menjadi bagian penting dalam gagasan pemberdayaan tersebut.

Pemuda yang sudah memiliki keterampilan diharapkan mendapatkan akses modal awal untuk memulai usaha.

Dukungan itu dinilai dapat menjadi jembatan dari tahap pelatihan menuju kemandirian ekonomi.

Sementara di sektor pertanian, salah satu konsep yang ditawarkan adalah fasilitasi sewa lahan produktif dan subur untuk dikembangkan dengan metode pertanian modern.

Sektor peternakan juga mendapat perhatian melalui dukungan sarana dan prasarana, termasuk pembangunan kandang untuk usaha ayam, sapi maupun ternak lainnya.

Membangun Ekonomi dari Potensi Anak Muda

Gagasan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mandiri di Ponorogo.

Target akhirnya bukan sekadar menekan angka pengangguran, tetapi menciptakan lebih banyak aktivitas ekonomi yang bisa tumbuh dari potensi anak muda di tingkat lokal.

Jika keterampilan, akses modal, lahan, dan sarana usaha dapat terhubung dengan baik, generasi muda memiliki peluang lebih besar untuk membangun usaha secara berkelanjutan.

Dalam konteks bursa cawabup Ponorogo, gagasan pemberdayaan Gen Z tersebut menjadi salah satu isu yang dibawa Mas Kirun.

Ia menempatkan kemandirian ekonomi generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.

Semangat “dari wong cilik untuk wong cilik” pun menjadi pijakan dalam gagasan tersebut, dengan harapan pemuda Ponorogo tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi ikut menjadi penggeraknya. (Fjr)


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar