Dugaan Ulat di MBG MI Ma’arif Mayak, SPPG Akui Jadi Bahan Evaluasi
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Pembahasan dugaan ulat dalam menu MBG di MI Ma’arif Mayak, Kelurahan Tonatan, Ponorogo. (Foto: Istimewa) |
Kepala SPPG Tonatan Ponorogo, Salman Masmba, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, temuan itu terjadi pada pembagian MBG Rabu (16/9/2026).
“Di tiga ompreng kelas 6C terdapat ulat sayur yang sudah mati dan menempel pada wortel atau sayuran,” kata Salman, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18 September 2026.
Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri atas nasi, koloke ayam, sayuran brokoli dan wortel, serta tahu. Setelah menerima laporan, guru langsung menarik makanan yang diduga terdapat ulat tersebut dan menggantinya dengan ompreng baru.
MI Ma’arif Mayak sendiri menerima sekitar 683 porsi MBG setiap hari untuk siswa dan guru.
Salman mengatakan, secara keseluruhan makanan yang dibagikan pada hari tersebut tetap dikonsumsi oleh siswa dan guru.
Hingga saat itu, pihaknya menyebut tidak menerima laporan adanya gangguan pencernaan setelah makanan dikonsumsi.
SPPG Jelaskan Proses Pengolahan Sayuran
Terkait dugaan ulat tersebut, Salman mengatakan pihak SPPG sebenarnya telah melakukan proses pengolahan sayuran sebelum dimasak.
Menurut dia, sayuran direndam menggunakan air garam selama sekitar satu jam. Namun, ia menyebut masih terdapat kemungkinan ulat berada di bagian sela-sela brokoli.
“Sayuran sudah kami rendam dengan air garam selama satu jam. Kemungkinan ulat berada di sela-sela brokoli,” ujarnya.
Temuan tersebut, kata Salman, akan menjadi bahan evaluasi bagi dapur SPPG Tonatan. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki proses pengolahan dan meningkatkan pelayanan MBG kepada penerima manfaat.
Dibahas Bersama Sekolah dan Pemerintah Kelurahan
Penanganan persoalan tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan di ruang kepala MI Ma’arif Mayak.
Pertemuan itu dihadiri pihak sekolah, SPPG Tonatan 1, Yayasan Azmania, Lurah Tonatan, Dinas Kesehatan, tim Puskesmas Ponorogo Utara, serta Puskesmas Ponorogo Selatan.
Lurah Tonatan, Agus Subagyo, sebelumnya mengatakan pihak SPPG telah menyampaikan permintaan maaf kepada sekolah.
Pihak sekolah juga meminta agar penggunaan sayuran yang berpotensi terdapat ulat sayur lebih diperhatikan ke depan.
Agus berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan kondisi di wilayah Tonatan tetap kondusif.
Satgas MBG Panggil Korwil dan Kepala SPPG
Sementara itu, Satgas MBG Kabupaten Ponorogo juga memberikan perhatian terhadap informasi tersebut.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto mengatakan, persoalan tersebut telah dibahas secara internal.
Agus berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan kondisi di wilayah Tonatan tetap kondusif.
Satgas MBG Panggil Korwil dan Kepala SPPG
Sementara itu, Satgas MBG Kabupaten Ponorogo juga memberikan perhatian terhadap informasi tersebut.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto mengatakan, persoalan tersebut telah dibahas secara internal.
Satgas selanjutnya akan meminta keterangan dari Koordinator Wilayah (Korwil) MBG dan Kepala SPPG Tonatan.
“Inggih mas tadi sudah dibahas di TIM. Akan memanggil KORWIL MBG dan Ka SPPG-nya,” ujar Luhur.
Luhur mengatakan jadwal pemanggilan belum ditentukan. Namun, proses klarifikasi akan dilakukan secepatnya.
“Masih belum terjadwal mas, yang pasti secepatnya,” tutupnya. (Fjr)
“Inggih mas tadi sudah dibahas di TIM. Akan memanggil KORWIL MBG dan Ka SPPG-nya,” ujar Luhur.
Luhur mengatakan jadwal pemanggilan belum ditentukan. Namun, proses klarifikasi akan dilakukan secepatnya.
“Masih belum terjadwal mas, yang pasti secepatnya,” tutupnya. (Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
