Karhutla Gunung Wilis Padam, 400 Personel Gabungan Dikerahkan ke Lereng Nganjuk
Redaksi
... menit baca
GARDAJATIM.COM: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, berhasil dipadamkan setelah ratusan personel gabungan dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak 400 personel dari berbagai instansi, relawan, dan masyarakat terlibat dalam penanganan kebakaran yang berlangsung sejak Jumat (18/9/2026).
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan turun langsung memimpin penanganan bersama jajaran Forkopimda. Mereka melakukan konsolidasi sebelum tim bergerak menuju sejumlah titik yang terdampak.
400 Personel Dikerahkan ke Empat Titik
Penanganan dimulai dengan apel kesiapan di Balai Desa Ngliman sekitar pukul 07.30 WIB, Minggu (20/9/2026).
Tim kemudian dibagi ke empat ploting strategis, yakni wilayah Ngangkrok, Nunut, Candi Laras, dan Lungur Cilik. Medan yang terjal membuat petugas harus membawa peralatan pemadaman manual sekaligus logistik menuju titik api.
Selain memadamkan api secara langsung, petugas membuat ilaran atau penyekatan untuk menghentikan rambatan api ke vegetasi lain.
Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi angin di kawasan hutan cukup fluktuatif dan berpotensi membuat api kembali meluas.
“Keselamatan personel dan warga adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tegas Suria usai turun dari lokasi penyisiran, Minggu (20/9/2026).
Titik Api Mulai Hilang, Petugas Tetap Siaga
Upaya pemadaman mulai menunjukkan hasil.
Berdasarkan pemantauan udara menggunakan drone pada pukul 12.00 hingga 14.00 WIB, tidak ditemukan lagi titik api maupun kepulan asap di Hutan Sadepok dan Hutan Ondorante, khususnya petak 23C dan 18C.
Kondisi serupa terlihat di Hutan Banyu Selawe petak 25. Titik api yang sebelumnya membakar daun dan rumpun bambu sebagai rembetan dari kebakaran sebelumnya berangsur menghilang.
Tiga wilayah terdampak di RPH Gedangklutuk juga telah dinyatakan padam. Wilayah tersebut meliputi petak 24 dengan luasan sekitar 7 hektare, petak 23C sekitar 5 hektare, dan petak 18C sekitar 5 hektare.
Ketiga titik tersebut dinyatakan padam pada pukul 10.17 WIB, Minggu (20/9/2026).
Meski api telah padam, pengawasan belum dihentikan.
Suria menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk Bhabinkamtibmas di sekitar lereng Gunung Wilis, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengawasi aktivitas warga.
“Kami mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk menahan diri dan tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Masyarakat yang menemukan titik api baru atau melihat kepulan asap mencurigakan diminta segera melapor ke posko terdekat atau menghubungi Call Center 110 yang bebas pulsa agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sebelumnya
...
Berikutnya
...