Pembangunan Proyek Jalan Lingkungan Molor, Disperkimtan Pacitan Ungkap Alasannya!
Eko Purnomo
... menit baca
![]() |
| Pembangunan jalan lingkungan selain mempermudah akses warga juga meningkatkan produktivitas masyarakat. |
GARDAJATIM.COM: Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Pacitan mengungkapkan alasan terjadi kemunduran pekerjaan proyek jalan lingkungan pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Yazid Ridwan, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa hal itu disebabkan adanya regulasi baru terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mewajibkan melalui mini kompetisi.
Selain itu, adanya kenaikan harga bahan baku material yang terjadi di awal tahun mengharuskan OPD terkait perlu melakukan perbaikan perencanaan.
Yazid menyebutkan dari total 249 paket pengadaan sudah tayang di LPSE sebanyak 188 paket, sedangkan sisanya masih dalam proses perencanaan.
"Total 292 kemudian dikonsolidasi menjadi 249 paket pengadaan. Sebagian paketnya digabung karena lokasinya berdekatan," ujar Yazid Ridwan, Rabu (2/9/2026).
Dari 188 paket yang sudah diluncurkan, Yazid mengatakan sekitar 75% paket sudah ada pemenangnya.
"Peluncuran penawaran ini baru dimulai bulan Juli lalu, beberapa bahkan harus dilakukan peluncuran ulang karena tidak ada yang menawar atau hanya ada satu yang memasukkan penawaran, sehingga banyak paket yang belum dikerjakan," jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa paket terpaksa diluncurkan pada perubahan APBD karena adanya kesalahan penulisan alamat, sehingga perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu.
"Ada 14 paket yang ditayangkan melalui PAK karena alamatnya yang keliru," imbuhnya.
Pihaknya juga membeberkan keterlambatan kegiatan ini disebabkan karena jumlah paket yang ditangani Disperkimtan lebih banyak dibandingkan dengan OPD lain.
"Mulainya sama semua OPD di bulan Juli kemarin proses pengadaanya, hanya saja di Perkim kan paketnya lebih banyak. Kemarin kita juga harus melakukan 2 kali perubahan perencanaan karena adanya perubahan harga," terang Yazid.
Sementara itu, (H) salah satu kontraktor mengaku saat ini dirinya lebih selektif dan hati-hati saat melakukan pekerjaan konstruksi yang ditawarkan oleh pemerintah.
Hal itu dipicu oleh naiknya harga material dan juga kekhawatiran akan potensi hukum saat dilakukan pemeriksaan.
"Dengan harga material saat ini, sangat mepet sekali mas untungnya, terlebih pekerjaan rabat beton. Terlebih pasir sekarang harganya sudah naik 50 persen, belum lagi nanti kalau ada pemeriksaan," ujarnya khawatir.
Disisi lain masyarakat berharap proyek pekerjaan jalan lingkungan ini segera dapat direalisasikan karena banyak kondisi jalan yang sudah memprihatinkan. Hal itu juga menjadi kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.
Dengan adanya perbaikan jalan nanti, selain mempermudah akses warga diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih produktif dan membawa dampak positif ke ekonomi masyarakat. (Eko)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
