-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

PSHT Ngrayun Ubah Tradisi Ambil Sabuk Jambon Jadi Aksi Sosial

Siswa PSHT Ranting Ngrayun mengikuti aksi bakti sosial dengan membersihkan lingkungan. (Foto: Alfa Humas)
GARDAJATIM.COM: Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Ngrayun, Cabang Ponorogo, Pusat Madiun, mengubah cara pengambilan sabuk Jambon bagi para siswanya.

Jika sebelumnya kegiatan tersebut identik dengan pengambilan sabuk di makam pada malam hari, kali ini para siswa justru turun langsung ke lingkungan masyarakat melalui aksi bakti sosial.

Kegiatan tersebut digelar serentak pada Minggu (20/9/2026) dan diikuti 187 siswa yang tersebar di 11 rayon se-Ranting Ngrayun.

Pengambilan sabuk Jambon ini merupakan bagian dari rangkaian Ujian Kenaikan Tingkat dari Polos ke Jambon yang telah dilaksanakan sekitar satu minggu sebelumnya, yakni pada 13 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dilibatkan dalam berbagai aksi kebersihan di lingkungan masing-masing.
Mereka menyusuri dan membersihkan gorong-gorong, membersihkan masjid dan mushola, hingga membersihkan jalan kampung serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya agar keberadaan siswa PSHT dapat memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat di sekitar tempat latihan.

Ketua PSHT Ranting Ngrayun, Tulasno atau yang akrab disapa Ando mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses pembentukan siswa, tetapi juga mengajarkan kecintaan terhadap lingkungan.

"Selain menjaga persaudaraan, SH Terate Ranting Ngrayun juga mengajarkan untuk mencintai lingkungan," ungkap Ando.

Menurut Ando, pembentukan seorang pendekar tidak cukup hanya melalui latihan fisik dan penguasaan jurus pencak silat.

Para siswa juga perlu dibekali olah rasa agar memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial dan lingkungan di sekitarnya.

"Semoga kegiatan sosial lingkungan ini mampu menambah kepekaan dan kepedulian siswa PSHT dalam menjaga dan merespons masalah sosial lingkungan di desa masing-masing," imbuhnya.
Ando juga menekankan, bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata pengamalan ajaran Memayu Hayuning Bawono, yakni memperindah dan menjaga keselamatan dunia.

"Kegiatan sosial semacam ini akan kita kembangkan dan PSHT Ranting Ngrayun terus berkomitmen untuk berkolaborasi dengan masyarakat maupun pemerintah dalam berbagai kegiatan sosial," tutupnya.

Seluruh rangkaian kegiatan pengambilan sabuk Jambon tersebut kemudian ditutup dengan prosesi penyerahan sabuk kepada seluruh siswa. (Hms/Andika/Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar