-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

765 ASN Ikuti Festival Olahraga Tradisional Tulungagung, Egrang hingga Terompah Jadi Adu Ketangkasan

Sebanyak 142 tim dari OPD, kecamatan, BUMD, dan instansi vertikal mengikuti festival untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821.
Festival Olahraga Tradisional di halaman Gedung Olahraga (GOR) Lembu Peteng. (Dok Eka)
GARDAJATIM.COM : Sebanyak 765 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi di Kabupaten Tulungagung mengikuti Festival Olahraga Tradisional di halaman Gedung Olahraga (GOR) Lembu Peteng, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 Tahun 2026.

Festival yang dimulai pukul 07.00 WIB itu dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya jajaran Forkopimda atau perwakilan, Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten sekda, kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Tulungagung.

Plt Kepala Dispora Kabupaten Tulungagung, Farid Abadi, S.T., M.T., mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya bangsa.

"Festival olahraga tradisional ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyemarakkan Hari Jadi Tulungagung ke-821, sekaligus upaya nyata kita untuk melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya bangsa yang hampir punah tergerus zaman," ujar Farid Abadi.

Menurut Farid, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkenalkan kembali olahraga tradisional Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan ASN. 

Selain itu, festival menjadi sarana pembinaan karakter melalui nilai kebersamaan, solidaritas, kebugaran jasmani, dan sportivitas.

"Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali olahraga tradisional Indonesia agar tetap dikenal dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda dan ASN. Di dalamnya ada nilai-nilai luhur yang ingin kita tanamkan, yakni semangat kebersamaan, solidaritas, kebugaran jasmani, dan sportivitas antar pegawai," jelasnya.

Farid menyebut, festival tahun ini diikuti 765 peserta yang tergabung dalam 142 tim. Terdapat empat kategori perlombaan, yakni egrang putra sebanyak 25 tim, terompah putra 50 tim, terompah putri 35 tim, serta kategori lomba putri lainnya sebanyak 32 tim.

Peserta berasal dari perwakilan OPD, kecamatan, badan usaha milik daerah (BUMD), dan instansi vertikal di Kabupaten Tulungagung.

"Kami juga berharap kegiatan ini mampu membangun komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang harmonis antarinstansi. Jika antar instansi sudah kompak lewat olahraga seperti ini, maka akan tercipta lingkungan kerja yang semakin produktif, kolaboratif dan pelayanan kepada masyarakat juga semakin maksimal," tambah Farid.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, olahraga tradisional perlu kembali diperkenalkan di tengah perkembangan teknologi digital dan maraknya permainan daring.

Saya sangat mengapresiasi dan bangga melihat semangat pagi ini. 765 peserta berkumpul bukan untuk rapat, tapi untuk bermain, berkeringat dan bergembira bersama. Ini luar biasa. 

Di era gadget dan game online ini, kita hadirkan kembali permainan rakyat seperti egrang dan terompah panjang yang mengajarkan kekompakan, keseimbangan dan gotong royong, kata Plt Bupati Ahmad Baharudin dengan penuh semangat.

Ia menegaskan, permainan tradisional mengandung nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan semangat pembangunan daerah. 

Egrang, misalnya, mengajarkan keseimbangan, sedangkan terompah panjang membutuhkan kekompakan seluruh anggota tim.

Egrang itu mengajarkan keseimbangan hidup, terompah panjang mengajarkan kekompakan langkah. Kalau satu tidak kompak, pasti jatuh semua. 
Begitu juga kita dalam membangun Tulungagung, harus satu langkah, satu irama. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Tema Hari Jadi ke-821 ini harus kita maknai dengan kebersamaan, tegasnya.

Ahmad Baharudin juga mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan sportivitas dan menjadikan perlombaan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarinstansi.

"Saya minta semua peserta bertanding dengan gembira. Menang kalah itu hal biasa, yang paling penting adalah kebersamaan dan silaturahminya. Selamat bertanding, selamat merayakan Hari Jadi Tulungagung ke-821. Mari kita wujudkan Tulungagung yang guyub rukun, maju dan berprestasi, pungkasnya.

Pelaksanaan festival tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dispora Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulungagung Tahun 2026. (@Eka)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar