-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Kepedulian NU Ponorogo Berlanjut, Pendidikan Empat Anak Yatim Jadi Perhatian

Pengurus PCNU Ponorogo melalui NU Care-LAZISNU bersilaturahmi dengan keluarga almarhumah Lu’luatun Nikmah di Desa Jebeng, Slahung, pada 21 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Kepedulian terhadap keluarga kader yang kehilangan kedua orang tua tidak berhenti pada ungkapan belasungkawa. 

PCNU Ponorogo melalui NU Care-LAZISNU menyatakan kesiapan mendampingi pendidikan dan kebutuhan tumbuh kembang empat anak yatim di Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, setelah ibu mereka, Lu’luatun Nikmah, meninggal dunia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan takziah dan silaturahmi pada 21 Oktober 2026.

Dalam pertemuan itu, keluarga juga memastikan keempat anak tetap melanjutkan pendidikan di Ponorogo, dengan harapan mereka dapat tumbuh bersama dalam lingkungan yang mendukung kedekatan antarsaudara.

Perjuangan Seorang Ibu Membesarkan Empat Anak

Sebelum Lu’luatun Nikmah meninggal dunia, keempat putranya telah lebih dahulu kehilangan ayah mereka, Samsudin, yang merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Sejak suaminya wafat beberapa tahun lalu, Lu’luatun berjuang membesarkan anak-anaknya seorang diri.

Almarhumah merupakan anggota Fatayat NU sekaligus alumni pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, sekaligus menjadi perhatian PCNU Ponorogo terhadap keberlanjutan pendidikan keempat anak tersebut.

Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., menyampaikan belasungkawa dan mengajak masyarakat mengambil hikmah dari perjuangan almarhumah.

“Kita mengambil hikmah dari perjuangan seorang ibu yang ditinggalkan wafat suaminya, harus menanggung beban empat anak. Semoga keempat anak itu kelak menjadi orang yang berguna. Kita semua berempati dan berusaha ikut membantunya,” ungkap Idam.
Keluarga Memilih Pendidikan Tetap di Ponorogo

Dalam silaturahmi bersama keluarga yang diwakili kakak kandung almarhumah, Uswatul, turut dibahas berbagai wacana yang berkembang di masyarakat, termasuk tawaran pemindahan anak-anak ke luar daerah.

Keluarga menyatakan keempat anak tetap melanjutkan pendidikan di Ponorogo. Keputusan tersebut juga mempertimbangkan kedekatan emosional antarsaudara agar mereka tetap berada dalam lingkungan yang telah dikenal.

Kepala Cabang NU Care-LAZISNU PCNU Ponorogo, Jam’un Haidar mengatakan, pihaknya menghormati keputusan keluarga tersebut.

“Tiga anak yang saat ini menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Yatim Piatu Mambaul Hisan Kadipaten dan bersekolah di MI Ma’arif Kadipaten akan tetap melanjutkan di sana. Pihak keluarga juga berpesan agar kelak jika anak keempat sudah cukup usia, juga disatukan di pondok yang sama agar kedekatan emosional dan psikologis antarsaudara tetap terjaga,” jelas Jam’un.

Dengan demikian, tiga anak yang telah belajar di Pondok Pesantren Yatim Piatu Mambaul Hisan Kadipaten dan MI Ma’arif Kadipaten akan tetap berada di lingkungan pendidikan tersebut.

Sementara anak keempat diharapkan dapat bergabung di pesantren yang sama ketika usianya sudah cukup.
NU Care-LAZISNU Siapkan Pendampingan Pendidikan

Selain memastikan keberlanjutan pendidikan, PCNU Ponorogo melalui NU Care-LAZISNU menyatakan kesiapan membantu kebutuhan pendidikan formal di madrasah, kebutuhan selama di pesantren, serta pendampingan tumbuh kembang keempat anak.

Jam’un mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengasuh pesantren dan pihak madrasah untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan anak-anak.

“Ayah mereka adalah sahabat Banser dan ibunya anggota Fatayat NU serta alumni pondok pesantren NU. Kami dari PCNU dan LAZISNU siap membantu kebutuhan pendidikan anak-anak di pesantren dan sekolah Ma’arif. Kami juga berkoordinasi langsung dengan pihak pengasuh pondok serta madrasah agar masa depan mereka benar-benar terlindungi,” tegasnya.

PCNU Ponorogo juga mengajak warga Nahdliyin dan masyarakat luas untuk turut berpartisipasi membantu melalui saluran resmi NU Care-LAZISNU.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak secara terarah dan berkelanjutan.

Melalui pendampingan tersebut, PCNU Ponorogo berupaya meneruskan kepedulian kepada keluarga kader yang tengah menghadapi masa sulit.

Bagi keempat anak di Desa Jebeng, keberlanjutan pendidikan dan kebersamaan sebagai saudara menjadi perhatian dalam proses pendampingan yang disiapkan. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar