Peduli Warga Terdampak Kemarau Panjang, PSHT Ranting Kebonagung Pacitan Salurkan Bantuan Air Bersih ke Sejumlah Desa
Eko Purnomo
... menit baca
PACITAN, GARDAJATIM.COM: Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang terus ditunjukkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Pacitan.
Salah satunya dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kebonagung, Cabang Pacitan, Pusat Madiun, turut membantu warga yang mengalami krisis air bersih dengan menyalurkan bantuan air ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian PSHT terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.
Di tengah mulai mengeringnya sumber-sumber air milik warga, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk keperluan sehari-hari.
Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan melalui penggalangan donasi secara swadaya yang melibatkan anggota dan warga PSHT di lingkungan Ranting Kebonagung.
Dana yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan air bersih untuk disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran tahap awal menyasar sejumlah titik yang mengalami krisis air bersih cukup parah. Lokasi tersebut meliputi Dusun Wati, Desa Gawang; Desa Kalipelus; Desa Katipugal; Dusun Salam dan Dusun Kendal, Desa Klesem; serta Dusun Ketro, Desa Punjung.
Untuk memenuhi kebutuhan distribusi, pasokan air bersih diambil langsung dari sumber mata air alami yang berada di kawasan Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung. Air tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah lokasi sasaran agar dapat dimanfaatkan oleh warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Ketua PSHT Ranting Kebonagung sekaligus sesepuh organisasi, Kang Mas Sarwono, memimpin langsung kegiatan sosial tersebut. Ia menjelaskan, bantuan air bersih ini berawal dari inisiatif bersama seluruh jajaran Rayon hingga Sub-Rayon PSHT di wilayah Ranting Kebonagung yang tergerak untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama menjadi landasan utama pelaksanaan kegiatan tersebut. Melalui penggalangan donasi secara sukarela, seluruh elemen organisasi berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
"Semoga sedikit bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami krisis air bersih, khususnya di wilayah Kebonagung yang saat ini terdampak kemarau terlalu panjang," kata Kang Mas Sarwono, Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan sosial, melainkan juga menjadi sarana untuk mengamalkan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam organisasi PSHT. Nilai persaudaraan, menurutnya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat di sekitarnya sedang menghadapi kesulitan.
Semangat persaudaraan itu tidak hanya terbatas pada hubungan antaranggota organisasi, tetapi juga harus tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan sosial yang lebih luas. Dengan demikian, keberadaan organisasi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat dan membantu menjawab persoalan yang dihadapi warga.
"Meskipun belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan secara optimal, setidaknya aksi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga," tandasnya.
Bantuan air bersih yang disalurkan PSHT Ranting Kebonagung mendapat sambutan positif dari warga penerima manfaat. Di tengah kondisi sumber air yang mulai mengering, pasokan air tersebut dinilai sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Adi Setiawan (30), salah satu warga Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran armada penyalur air bersih menjadi bantuan yang berarti bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air akibat musim kemarau.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian dari saudara-saudara PSHT. Pasokan air bersih ini sangat berarti bagi kami di saat kondisi sumber air warga mulai mengering akibat musim kemarau," kata Adi.
Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda. Karena itu, bantuan yang datang secara langsung ke wilayah terdampak diharapkan dapat mengurangi beban warga, sekaligus membantu menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga.
PSHT Ranting Kebonagung memastikan kegiatan sosial tersebut tidak berhenti pada penyaluran tahap awal. Organisasi ini telah menyusun rencana distribusi lanjutan dengan menyasar sejumlah desa lain di Kecamatan Kebonagung yang juga melaporkan mengalami krisis air bersih.
Adapun wilayah yang masuk dalam rencana penyaluran berikutnya meliputi Desa Plumbungan, Desa Mantren, dan Desa Karanganyar.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan bantuan agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Pelaksanaan distribusi lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan kondisi kekeringan di masing-masing wilayah.
Pihak PSHT Ranting Kebonagung juga berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan dan membuka peluang pelaksanaan aksi tanggap lanjutan bersama pihak-pihak terkait.
Melalui kegiatan ini, PSHT berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, ketika kemarau panjang menyebabkan warga kesulitan memperoleh kebutuhan dasar, kehadiran berbagai pihak untuk saling membantu menjadi salah satu bentuk solidaritas yang sangat berarti.
Di tengah tantangan kekeringan yang dihadapi masyarakat Pacitan, aksi penyaluran air bersih tersebut sekaligus menegaskan bahwa nilai persaudaraan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama. (Eko)
Sebelumnya
...

