Bukan Cuma Pasok Listrik, Proyek Geotermal Ngebel Ponorogo Ternyata Bawa Dampak Ini bagi Warga
Redaksi
... menit baca
| Aktivitas di kawasan proyek energi panas bumi (geotermal) di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo. (Foto: Fajar/Gardajatim.com) |
GARDAJATIM.COM: Kedatangan sejumlah alat berat ke lokasi rencana proyek energi panas bumi atau geotermal di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, mulai membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.
Kehadiran proyek strategis nasional ini secara bertahap mulai membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.
Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP KPK) Ponorogo, Endar Riyanto, S.Kom, menyampaikan bahwa proyek ini memberikan kontribusi nyata yang langsung bisa dirasakan warga saat ini.
"Manfaat yang jelas saat ini adalah berkurangnya angka pengangguran di daerah tersebut karena adanya penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, ke depan dipastikan akan ada manfaat-manfaat lain seiring dengan perkembangan proyek geotermal ini," kata Endar, Senin, 26 Oktober 2026.
Endar menegaskan pentingnya pemanfaatan potensi panas bumi ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan transisi energi bersih yang ramah lingkungan guna menopang kebutuhan pasokan listrik nasional.
Menurutnya, potensi besar energi terbarukan di kawasan Ngebel harus dimaksimalkan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.
"Kita berharap potensi sumber daya alam yang melimpah ini benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sebagaimana amanat konstitusi. Pembangunan energi terbarukan ini merupakan langkah positif menuju kemandirian energi yang ramah lingkungan," ujar Endar.
Selain aspek energi, Endar juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan dampak sosial-ekonomi bagi warga setempat.
Ia berharap pihak pengelola dan pemerintah memastikan bahwa alam lingkungan sekitar Ngebel tetap terpelihara dan lestari selama maupun sesudah proses pengeboran.
Lebih lanjut, ia mendorong agar keberadaan proyek ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Pelibatan masyarakat sekitar dipandang sangat krusial untuk mendongkrak roda perekonomian warga di sekitar lokasi proyek.
"Optimasi tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas. Keberadaan proyek ini harus membawa dampak langsung bagi kesejahteraan warga sekitar, baik dari sektor lapangan kerja maupun peluang ekonomi turunannya," tambahnya.
Endar mengajak seluruh lapisan masyarakat Ponorogo, khususnya warga Kecamatan Ngebel, untuk bersama-sama mendukung dan mendoakan agar seluruh tahapan proses pengeboran panas bumi ini berjalan lancar tanpa ada hambatan suatu apa pun.
![]() |
| Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP KPK) Ponorogo, Endar Riyanto, S.Kom. |
Adanya penyerapan tenaga kerja ini juga sejalan dengan harapan yang disampaikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Sugiarto, mengungkapkan dukungannya agar proyek energi terbarukan ini mampu memberikan kesejahteraan optimal bagi warga lereng Ngebel.
Seluruh proses administrasi pun telah dipastikan berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
"Proses perizinan telah dilakukan secara komprehensif, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga ke daerah," terang Agus beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur energi ini sempat memunculkan dinamika di tengah masyarakat terkait potensi dampak lingkungan.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, meminta masyarakat untuk tidak langsung memandang proyek geotermal ini sebagai sebuah ancaman.
Menurut Lisdyarita, proyek panas bumi di Gondowido merupakan bagian penting dari program nasional untuk mendukung pasokan energi listrik bersih bagi negara.
Agar kesalahpahaman tidak meluas, ia menginstruksikan pihak terkait untuk segera menggencarkan sosialisasi secara masif.
"Sosialisasi harus segera dilakukan secara menyeluruh, baik di tingkat desa maupun tingkat kecamatan," tegas Lisdyarita.
Pemanfaatan potensi panas bumi nasional saat ini memang sedang digenjot oleh pemerintah pusat.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, total potensi panas bumi Indonesia mencapai 23.202,77 Megawatt (MW), namun kapasitas terpasangnya baru mencapai 2.776,39 MW atau 11,6 persen.
Melalui pembenahan regulasi, pemberian insentif, serta ketegasan terhadap pengembang agar tidak menelantarkan hak konsesi mereka, pemerintah berharap proyek-proyek daerah seperti di Ngebel Ponorogo dapat berjalan lancar demi mewujudkan kemandirian energi sekaligus menggerakkan ekonomi di tingkat perdesaan. (Fjr/Red)
Sebelumnya
...
