-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Tiga Hari Jalani Survei Simulasi Akreditasi, RSUD dr. Darsono Pacitan Perkuat Standar Mutu dan Keselamatan Pasien

RSUD dr. Darsono Pacitan menggelar Survei Simulasi Akreditasi Rumah Sakit bersama Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) selama tiga hari, 27-29 Oktober 2026. (FOTO: RSUD dr. Darsono For Gardajatim)


PACITAN, GARDAJATIM.COM: RSUD dr. Darsono Pacitan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pelaksanaan Survei Simulasi Akreditasi Rumah Sakit bersama Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, tersebut menjadi bagian penting dari upaya evaluasi sekaligus penyempurnaan penerapan standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.

Survei simulasi yang dimulai pada Selasa (27/10/2026) ini dipimpin oleh dr. M. Burhan, MMRS, CHQP, CHAE sebagai Ketua Tim Survei sekaligus Surveior Manajemen, bersama dr. Puspita Handayani, Sp.OG(K) sebagai Surveior Bidang Asuhan.


Kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran karyawan dan karyawati RSUD dr. Darsono Pacitan. Kehadiran tim surveior KARS menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk mengukur kesiapan sumber daya manusia, kelengkapan dokumen, serta konsistensi penerapan standar akreditasi dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari.

Pada hari pertama, agenda survei diawali dengan wawancara bersama Ketua Dewan Pengawas dan Kepala Dinas Kesehatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan konfirmasi dokumen yang sebelumnya telah ditelaah melalui Sistem Informasi Dokumen Akreditasi Rumah Sakit (SIDOKAR).

Proses konfirmasi tersebut dilakukan bersama masing-masing surveior sesuai bidang penilaian, baik aspek pelayanan asuhan pasien maupun manajemen rumah sakit. Tahapan ini bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen, kebijakan, prosedur, dan implementasi standar di lapangan.


Memasuki hari kedua, Rabu (28/10/2026), kegiatan difokuskan pada telusur lapangan ke sejumlah unit pelayanan dan fasilitas pendukung rumah sakit.

Surveior Bidang Asuhan, dr. Puspita Handayani, Sp.OG(K), bersama jajaran pelayanan melakukan penelusuran di sejumlah area, meliputi Admisi/Pendaftaran, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Bedah Sentral (IBS), Ruang Melati, Farmasi, Depo Rawat Inap dan pencampuran obat, Gudang Farmasi, hingga pelayanan Rawat Jalan.

Sementara itu, Surveior Manajemen, dr. M. Burhan, MMRS, CHQP, CHAE, bersama jajaran manajemen dan tim terkait melakukan penelusuran di berbagai unit, antara lain Bugenvil 2, NICU, ICU, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3, TPS limbah domestik, kamar jenazah, Rawat Jalan, Program Nasional (Prognas), IBS, serta area manajemen rumah sakit.

Penelusuran tersebut menjadi bagian dari proses penilaian untuk melihat secara langsung kesesuaian pelaksanaan pelayanan dengan standar yang telah ditetapkan. Selain aspek administrasi dan tata kelola, perhatian juga diberikan terhadap kesiapan fasilitas, prosedur operasional, koordinasi antarunit, serta penerapan keselamatan pasien dan petugas.


Pada hari ketiga, Kamis (29/10/2026), kegiatan kembali dilanjutkan dengan telusur pelayanan. Surveior Bidang Asuhan melakukan peninjauan di sejumlah unit pelayanan intensif, meliputi High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Laboratorium, Radiologi, serta pelayanan pengaduan masyarakat yang dikelola bagian Hubungan Masyarakat (Humas).

Tidak hanya melakukan penelusuran dokumen dan pelayanan, tim survei juga menguji kesiapan petugas dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan melalui sejumlah simulasi.

Pada siang harinya, dilaksanakan simulasi Code Blue di Ruang Bugenvil 2 dan ICU. Simulasi ini bertujuan menguji respons cepat serta koordinasi tim medis dalam menangani kondisi henti jantung atau kegawatdaruratan yang membutuhkan tindakan penyelamatan segera.

Selain itu, simulasi Code Red juga dilaksanakan di Ruang Bugenvil 3 sebagai bentuk pengujian kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi situasi kebakaran di lingkungan rumah sakit.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut kemudian ditutup dengan evaluasi pelaksanaan Survei Simulasi Akreditasi. Evaluasi ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, maupun disempurnakan sebelum menghadapi proses akreditasi sesungguhnya.

Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, M.M., menegaskan bahwa akreditasi rumah sakit tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial atau pemenuhan persyaratan administratif. Lebih dari itu, akreditasi merupakan instrumen penting untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada mutu pelayanan kesehatan.

"Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk upaya bersama dalam membangun budaya kerja sesuai dengan standar mutu pelayanan kesehatan," tegas dr. Johan.

Menurutnya, melalui kegiatan survei simulasi ini, seluruh jajaran rumah sakit diharapkan semakin memahami dan mengimplementasikan standar pelayanan secara konsisten dalam setiap aktivitas kerja.

Dengan demikian, peningkatan mutu tidak hanya terlihat saat pelaksanaan survei, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya pelayanan sehari-hari.

Pelaksanaan survei simulasi akreditasi ini sekaligus menjadi momentum bagi RSUD dr. Darsono Pacitan untuk memperkuat sinergi seluruh unit kerja, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memastikan setiap prosedur pelayanan berjalan sesuai standar.

Melalui evaluasi dan pembenahan berkelanjutan, RSUD dr. Darsono Pacitan berupaya memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Eko)


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar