-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Ukir Prestasi di Jawa Timur Got Talent, Siswi SMPN 1 Ponorogo Bersiap ke Malaysia 2027

Nadine Nayla Athaya Zahirah, siswi kelas IX SMPN 1 Ponorogo, berhasil meraih juara II Jawa Timur Got Talent. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Dua siswa SMP Negeri 1 Ponorogo berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Jawa Timur Got Talent. Nadine Nayla Athaya Zahirah meraih juara II, sedangkan Firman Aji Azra Sanjaya memperoleh juara III.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekolah sekaligus dorongan untuk terus mengembangkan potensi peserta didik di bidang nonakademik.

Kedua siswa tersebut merupakan peserta didik kelas IX SMPN 1 Ponorogo. Keberhasilan mereka menunjukkan kemampuan siswa dalam mengeksplorasi bakat dan berkompetisi di tingkat regional.

Kepala SMPN 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua siswanya. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi dirinya maupun seluruh keluarga besar sekolah.

"Ini merupakan sebuah kebanggaan yang luar biasa, baik secara pribadi maupun bagi lembaga SMP Negeri 1 Ponorogo yang senantiasa mendukung perkembangan bakat dan talenta siswa," ujar Kuat, Jumat, 30 Oktober 2026.
Firman Aji Azra Sanjaya, siswa kelas IX SMPN 1 Ponorogo, memperoleh juara III Jawa Timur Go Talent.
Ia menilai keberhasilan Nadine dan Firman tidak terlepas dari ketekunan, kedisiplinan, serta keberanian dalam mengeksplorasi dan menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Pihak sekolah, lanjut Kuat, senantiasa memberikan dukungan moral, apresiasi, serta ruang bagi siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

Nadine Bersiap Mengikuti Agenda Delegasi ke Malaysia dan Thailand

Selain prestasi di Jawa Timur Got Talent, Nadine dan Firman juga direncanakan mengikuti agenda delegasi ke Malaysia dan Thailand pada 2027.

Kuat mengatakan, sekolah akan memberikan dukungan terhadap persiapan tersebut. Sejumlah hal yang disiapkan meliputi kelengkapan administrasi, latihan intensif, pemantapan bahasa, hingga kebutuhan logistik.

Dukungan sekolah juga mencakup dispensasi akademik, pendampingan intensif, publikasi, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk orang tua atau wali siswa.

"Rencana keberangkatan delegasi ke Malaysia dan Thailand pada tahun 2027 dipersiapkan secara matang, mulai dari kelengkapan administrasi, latihan intensif, pemantapan bahasa, hingga logistik," jelasnya.

Menurut Kuat, pembinaan bakat dan kemampuan siswa merupakan bagian dari program strategis sekolah.

Pengembangan potensi tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Prestasi Jadi Motivasi Siswa Lain

Kuat berharap pencapaian Nadine dan Firman tidak menjadi akhir dari perjalanan mereka dalam meraih prestasi.

Sebaliknya, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus belajar, menjaga kedisiplinan, dan mengembangkan kemampuan.

"Harapan sekolah bagi Nadine serta seluruh siswa adalah agar pencapaian yang telah diraih tidak menjadi titik akhir, melainkan pemantik semangat untuk terus mengasah potensi, menjaga kedisiplinan, dan tidak cepat puas dalam berkarya," tuturnya.

Ia juga berharap prestasi kedua siswa tersebut dapat mendorong peserta didik lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan mengikuti berbagai ajang kompetisi. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar