Warga Senang Tanggul Bronjong Ponorogo Rampung, Ali Mufthi Tinjau Lokasi
Redaksi
... menit baca
GARDAJATIM.COM: Tanggul bronjong sepanjang 130 meter di kawasan Kelurahan Kepatihan dan Surodikraman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, telah rampung menjelang musim hujan 2026.
Warga menyambut penyelesaian pembangunan tersebut dengan harapan tanggul dapat membantu mengantisipasi banjir yang pernah melanda wilayah perkotaan pada 2024.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar daerah pemilihan Jawa Timur VII, Dr. H. Ali Mufthi, turut meninjau langsung lokasi pembangunan.
Peninjauan itu sekaligus menjadi bagian dari pembahasan progres proyek penguatan bantaran sungai di kawasan tersebut.
Lurah Kepatihan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Surodikraman, Husnul Arifandi, yang akrab disapa Ifan mengatakan, pembangunan tanggul itu merupakan program yang telah dinantikan masyarakat.
“Warga kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Ali Mufthi, Bu Atika Banowati, serta dinas terkait atas terealisasinya program bronjong ini. Program ini memang sudah dinantikan masyarakat kami dan semoga di musim penghujan bisa dirasa manfaatnya,” ujar Ifan, Senin, 26 Oktober 2026.
Ifan menjelaskan, pembangunan tanggul bronjong menjadi salah satu upaya antisipasi dini terhadap potensi banjir.
Kawasan tersebut memiliki pengalaman terdampak aliran air sungai yang masuk ke wilayah Kota Ponorogo pada 2024.
“Mengingat tahun 2024, lokasi tersebut menjadi titik arus air sungai masuk dan mengakibatkan banjir di wilayah Kota Ponorogo,” katanya.
Tanggul bronjong merupakan konstruksi yang menggunakan anyaman kawat berisi batu untuk memperkuat tepi sungai atau lereng.
Dalam proyek ini, pembangunan ditujukan untuk memperkuat bantaran yang rawan tergerus aliran air.
Meski telah rampung, manfaat tanggul tersebut dalam mengantisipasi banjir masih perlu dilihat berdasarkan kondisi aliran sungai, terutama ketika musim hujan berlangsung.
Dalam peninjauan tersebut, Ali Mufthi membahas perkembangan pembangunan tanggul bronjong di wilayah Kepatihan–Surodikraman yang disebut menggunakan sumber anggaran operasional (OP).
Ali menyampaikan, bahwa perannya adalah menjembatani aspirasi masyarakat melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak balai besar wilayah sungai (BBWS).
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan teknokratis atau penanganan berdasarkan kajian teknis untuk menyelesaikan persoalan banjir di Ponorogo.
Berdasarkan masukan para petani, Ali menilai penyelesaian pembangunan parapet secara baik dapat membantu mengatasi persoalan banjir. Parapet merupakan struktur pelindung atau pembatas di tepi aliran air.
Sebagai tindak lanjut, Ali Mufthi merencanakan untuk mengundang BBWS pada Desember mendatang.
Agenda tersebut ditujukan untuk menelusuri sumber-sumber banjir di Ponorogo yang berkaitan dengan daerah irigasi Waduk Gajah Mungkur.
Rencana koordinasi itu menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut mengenai sumber aliran air yang dinilai berkaitan dengan persoalan banjir di wilayah Ponorogo.
Selain Ali Mufthi, kegiatan peninjauan tersebut dihadiri Hj. Atika Banowati, anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar, serta Husnul Arifandi selaku lurah setempat.
Rampungnya tanggul bronjong sepanjang 130 meter menjadi langkah yang diharapkan masyarakat dapat membantu mengurangi risiko banjir di kawasan Kekurahan Kepatihan dan Surodikraman. (Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

