-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Dinsos Tulungagung Gandeng DEN dan Pusdatin Kemensos, Perkuat Kapasitas TKSK, Pendamping PKH dan Operator Desa

Pembinaan menyasar ratusan pilar sosial untuk meningkatkan akurasi DTSEN dan memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.
Kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas TKSK, Pendamping PKH, dan Operator Desa se-Kabupaten Tulungagung bersama DEN dan Pusdatin Kemensos RI. (Dok Eka)
GARDAJATIM.COM : Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung menggandeng Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial RI untuk memperkuat kapasitas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan Operator Desa.

Kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Senin (3/11/2026), mulai pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Tulungagung.

Pembinaan tersebut difokuskan pada peningkatan akurasi data, percepatan pengentasan kemiskinan, serta sinkronisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, S.STP., M.M., perwakilan DEN, Pusdatin Kemensos, serta seluruh TKSK, Pendamping PKH, dan Operator Desa.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan menyampaikan bahwa TKSK, Pendamping PKH, dan Operator Desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak validasi data kemiskinan di daerah.

"Kegiatan ini sangat krusial. Kita hadirkan langsung DEN dan Pusdatin Kemensos untuk menyamakan persepsi. TKSK, Pendamping PKH dan Operator Desa adalah garda terdepan. Kalau data di tingkat desa tidak valid, maka kebijakan pusat sampai daerah juga tidak akan tepat sasaran. Kita ingin DTSEN di Tulungagung benar-benar akurat dan by name by address," ujar Reni.

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah penghapusan kemiskinan ekstrem dan memastikan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos).

"Dengan pembinaan dari DEN dan Pusdatin ini, kami harapkan teman-teman TKSK dan Pendamping PKH bisa memahami alur verifikasi dan validasi data yang baru. Jangan sampai ada warga yang berhak tapi tidak menerima, dan sebaliknya warga yang mampu justru menerima bansos. Ini tugas mulia kita bersama," tegasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi Dinas Sosial dan seluruh pilar sosial yang selama ini terlibat dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat.

"Saya melihat di Pendopo ini lengkap, ada TKSK, ada Pendamping PKH, ada Operator Desa. Kalian semua adalah pahlawan sosial. Tanpa kalian, pemerintah tidak akan bisa melihat kondisi riil masyarakat di bawah. Terima kasih atas kerja kerasnya selama ini," ujar Ahmad Baharudin.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan validitas data dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat maupun daerah.

"Hari ini kita kedatangan tamu penting dari Dewan Ekonomi Nasional dan Pusdatin Kemensos. Ini bukti bahwa Tulungagung mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Saya minta seluruh peserta mengikuti materi dengan sungguh-sungguh. Satu data yang valid dari operator desa, itu bisa menentukan masa depan satu keluarga miskin untuk bisa keluar dari kemiskinan. Mari kita wujudkan Tulungagung yang zero data error dan tepat sasaran," pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari DEN mengenai strategi pengentasan kemiskinan nasional serta Pusdatin Kemensos tentang tata kelola dan pemutakhiran DTSEN.

Melalui pembinaan tersebut, diharapkan seluruh petugas sosial dan operator desa semakin memahami mekanisme pemutakhiran data sehingga program bantuan sosial dapat disalurkan secara lebih akurat dan tepat sasaran. (@Eka)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar