-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Genta Wicara, Inovasi SMPN 2 Ponorogo Membangun Generasi Komunikatif dan Berkarakter

Kepala SMPN 2 Ponorogo Imam Saifudin bersama Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa dalam peluncuran program Genta Wicara di SMPN 2 Ponorogo. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: SMPN 2 Ponorogo meluncurkan program GENTA WICARA (Gerakan Literasi Wahana Inspirasi dan Cakap Bicara) sebagai upaya mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kesantunan berbahasa siswa.

Program ini tidak hanya mendorong keberanian berbicara, tetapi juga membangun kemampuan berkarya serta membiasakan siswa berkomunikasi secara santun.

Kepala SMPN 2 Ponorogo, Imam Saifudin, S.Pd., M.Or., menyampaikan bahwa Genta Wicara merupakan program unggulan sekolah yang dirancang secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Peluncurannya dilaksanakan bersama Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., yang juga bertindak sebagai pembina upacara.

“Genta Wicara merupakan program unggulan SMPN 2 Ponorogo yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kesantunan berbahasa siswa secara menyeluruh dan berkesinambungan,” kata Imam, Senin, 2 November 2026.

Mengusung slogan “Berani Berbicara, Cerdas Berkarya, Santun Berbahasa”, program ini diarahkan untuk membentuk siswa yang percaya diri menyampaikan gagasan, produktif menghasilkan karya, serta mampu menjaga etika komunikasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Imam menjelaskan, Genta Wicara memiliki tiga pilar utama yang menjadi dasar pelaksanaannya.

Pilar pertama adalah berani bicara, yakni membangun keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat, bertanya, berdiskusi, dan berbicara di depan umum.

“Melalui Genta Wicara, kami ingin membangun keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat, bertanya, berdiskusi, dan berbicara di depan umum dengan percaya diri,” imbuhnya.

Pilar kedua adalah cerdas berkarya. Melalui aspek ini, siswa didorong menghasilkan karya yang kreatif, produktif, dan memiliki manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekolah.

“Cerdas berkarya berarti mendorong siswa menghasilkan karya yang kreatif, produktif, dan bermakna bagi diri sendiri maupun lingkungan sekolah," terangnya.
Program Genta Wicara menjadi bagian dari upaya SMPN 2 Ponorogo mengembangkan keberanian berbicara, kreativitas, dan kesantunan berbahasa siswa.
Adapun pilar ketiga adalah santun berbahasa. Siswa dibiasakan menggunakan bahasa yang sopan, jelas, empatik, dan bertanggung jawab dalam komunikasi sehari-hari.

“Santun berbahasa berarti membiasakan komunikasi yang sopan, jelas, empatik, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun masyarakat," jelas Imam.

Penerapan semangat Genta Wicara juga terlihat dari capaian siswa SMPN 2 Ponorogo dalam kegiatan Bulan Bahasa yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo pada 29 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim DAPO berhasil membawa pulang lima penghargaan dari berbagai kategori perlombaan.

Prestasi tersebut meliputi Juara 1 Mendongeng Bahasa Jawa, Juara 1 Lomba Debat Bahasa Indonesia, dan Juara 2 Video Penerapan Unggah-ungguh Bahasa Jawa.

Selain itu, siswa SMPN 2 Ponorogo juga meraih Harapan 1 Speech Contest Bahasa Inggris dan Harapan 3 English Olympiade.

Capaian tersebut mencakup keterampilan berbahasa daerah, bahasa Indonesia, hingga bahasa Inggris. Berbagai kategori lomba itu juga berkaitan dengan kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan, dan mengembangkan kreativitas.

Selain kemampuan komunikasi, lanjut Imam, Genta Wicara diharapkan memberikan dampak terhadap empat aspek pendidikan, yakni literasi, numerasi, pembelajaran, dan karakter siswa.

“Melalui Genta Wicara, kami berharap dapat memberikan dampak terhadap literasi, numerasi, pembelajaran, dan pembentukan karakter siswa,” tandasnya.

Sekolah juga menargetkan terbentuknya peserta didik yang literat, numerat, kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan santun.

Program ini sejalan dengan identitas SMPN 2 Ponorogo melalui semangat DAPO SMART PRO, yakni Santun, Mandiri, Aktif, Religius, Terampil, dan Produktif.

Melalui Genta Wicara, sekolah menempatkan kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan kesantunan sebagai bagian dari pengembangan karakter peserta didik. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar