GERDAL OPT di Sambit Ponorogo, Petani Terima Bantuan Beauveria bassiana
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Petugas POPT bersama anggota Poktan Sri Wahyu Tumurun menunjukkan bahan pengendali hayati dan peralatan penyemprotan. (Foto: Mega Simetris) |
Kegiatan yang digelar di Kelompok Tani (Poktan) Sri Wahyu Tumurun, Dukuh Bangsalan, Desa Bangsalan, tersebut juga diisi edukasi mengenai pengendalian hama terpadu (PHT).
Petani dibekali pengetahuan tentang fungsi bahan pengendali, dosis, serta teknik dan waktu aplikasi yang tepat.
Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Ponorogo, Sukatman, S.P., hadir memberikan penjelasan teknis terkait pemanfaatan bahan-bahan tersebut dalam kegiatan budidaya pertanian.
Sukatman menjelaskan, GERDAL OPT merupakan salah satu langkah pengendalian organisme pengganggu tumbuhan dengan mengedepankan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu bahan yang diberikan kepada petani adalah Beauveria bassiana, yakni jamur entomopatogen yang dapat menginfeksi dan mengendalikan serangga hama tertentu.
Pemanfaatan agens hayati tersebut diharapkan membantu menekan populasi hama tanaman sekaligus mendukung upaya mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.
“Petani perlu memahami cara penggunaan, dosis, serta waktu aplikasi yang tepat. Dengan begitu, bahan-bahan yang diberikan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu melindungi tanaman dari serangan hama maupun penyakit,” jelas Sukatman.
Selain Beauveria bassiana, petani juga menerima bubur California yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan gangguan penyakit tanaman tertentu.
Sementara booster diberikan sebagai bahan pendukung pertumbuhan dan kondisi tanaman selama masa budidaya.
Sukatman menekankan bahwa keberhasilan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pengendali.
Ketepatan penggunaan dan penerapan di lapangan juga menjadi faktor penting.
Dalam prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), petani perlu melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman serta perkembangan populasi hama sebelum menentukan tindakan pengendalian.
Pendekatan tersebut mendorong penanganan OPT dilakukan sesuai kondisi di lapangan dan tidak semata-mata mengandalkan pestisida kimia.
Pemanfaatan agens hayati juga menjadi salah satu alternatif yang diperkenalkan untuk mendukung penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS).
Kegiatan GERDAL OPT tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sambit, anggota Poktan Sri Wahyu Tumurun, serta perwakilan UPT Proteksi PPH Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya menerima bantuan bahan pengendali, tetapi juga mendapatkan pendampingan mengenai cara pemanfaatannya.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan pengendalian hama terpadu dalam kegiatan pertanian di wilayah Sambit, Ponorogo. (Fjr/Red)
Sebelumnya
...
