-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu, Polsek Sukorejo dan Warga Hubungkan Dua Dukuh

Polsek Sukorejo bersama personel TNI dan warga bergotong royong membangun jembatan bambu yang menghubungkan Dukuh Lor Kali dan Dukuh Kidul Kali di Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Kebutuhan akses penghubung antara dua dukuh di Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, mendorong Polsek Sukorejo, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat bergotong royong membangun jembatan bambu, Selasa (3/11/2026).

Jembatan sementara yang melintasi Sungai Supit Urang tersebut menghubungkan Dukuh Lor Kali RT 04/RW 02 dengan Dukuh Kidul Kali RT 01/RW 02. Pembangunannya dilakukan bersama untuk mendukung mobilitas warga yang beraktivitas di kedua wilayah.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan melibatkan Kapolsek Sukorejo IPTU Agus Tri Cahyo Wiyono, S.H., M.H., beserta anggota, empat personel Koramil Sukorejo, Kepala Desa Lengkong, dan masyarakat setempat.

Tidak hanya melakukan pendampingan, personel kepolisian dan TNI turut terlibat dalam pekerjaan fisik pembangunan jembatan.

Warga juga ikut mengambil bagian, mulai dari menyiapkan peralatan hingga mengerjakan konstruksi bambu.

Semangat gotong royong terlihat dalam pembagian pekerjaan di lokasi. Seluruh unsur yang terlibat bekerja bersama untuk mempercepat pembangunan akses penghubung antardukuh tersebut.

Hingga sekitar pukul 11.30 WIB, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai kurang lebih 80 persen. Pengerjaan direncanakan kembali dilanjutkan setelah istirahat siang.

Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa melalui Kapolsek Sukorejo menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat.

"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin memperkuat kebersamaan dan membantu memenuhi kebutuhan akses penghubung antarwilayah bagi warga," ungkapnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah desa, dan warga diharapkan terus terpelihara.

Keberadaan jembatan bambu tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat Dukuh Lor Kali dan Dukuh Kidul Kali, sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, keamanan dan kelayakan konstruksi tetap menjadi perhatian sebelum jembatan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kegiatan pembangunan yang berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB tersebut berjalan dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar