Kejurkab MPI Ponorogo 2026 Diikuti Hampir 100 Pelajar, Jadi Ajang Regenerasi Atlet
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Peserta dan pengurus berfoto bersama di depan gerbang start/finish dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Ponorogo 2026. (Foto: Istimewa) |
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena persaingan mencatatkan waktu terbaik, tetapi juga bagian dari upaya MPI Ponorogo memperluas regenerasi atlet.
Pembinaan sejak usia dini diharapkan dapat melahirkan atlet yang mampu berprestasi dan memperkuat Kabupaten Ponorogo dalam kompetisi mendatang.
Ketua MPI Ponorogo, Farida Nuraini, S.Sos., M.M., mengatakan keterbatasan sarana belum menghalangi organisasi tersebut untuk menjalankan kegiatan pembinaan dan kompetisi.
"Keterbatasan alat tak menyurutkan MPI Ponorogo untuk tetap berkarya," kata Farida kepada Gardajatim.com, Minggu, 1 November 2026.
Menurut dia, melalui Kejurkab pertama ini, MPI Ponorogo berupaya menggali potensi anak-anak Ponorogo agar dapat berkembang menjadi atlet berprestasi di tingkat kabupaten maupun jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Farida menyebut, kejuaraan dengan nomor pertandingan laser run itu mampu menarik hampir 100 peserta. Mereka berasal dari sejumlah sekolah dengan rentang kelompok usia mulai U-9 hingga U-19.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah melalui KONI Ponorogo yang masih memberikan kepercayaan kepada MPI untuk mengembangkan atlet daerah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat berlanjut, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sarana latihan.
Farida mengungkapkan, salah satu kendala yang masih dihadapi MPI Ponorogo adalah keterbatasan alat tembak yang menjadi bagian penting dalam nomor laser run.
![]() |
| Ketua MPI Ponorogo, Farida Nuraini, menyerahkan penghargaan kepada peserta Kejurkab MPI 2026 kategori putri. |
Selama ini, pihaknya masih harus menyewa peralatan dari kota atau kabupaten lain untuk mendukung kegiatan olahraga tersebut.
"Semoga tahun depan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga MPI Ponorogo mendapatkan alat tembak yang selama ini menjadi kunci utama MPI Ponorogo karena selama ini kami masih selalu menyewa ke kota kabupaten lain," ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah atlet MPI Ponorogo telah menorehkan prestasi dan membawa nama daerah hingga tingkat nasional. Karena itu, pemenuhan peralatan diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pembinaan atlet.
Farida menjelaskan, hasil pertandingan dalam Kejurkab 2026 lebih diarahkan untuk melihat potensi atlet baru. Sementara itu, atlet senior turut hadir memberikan dukungan kepada peserta yang lebih muda.
Dengan demikian, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses regenerasi atlet di lingkungan MPI Ponorogo.
Farida turut menyinggung capaian atlet MPI Ponorogo pada kompetisi sebelumnya. Ia menyebut, atlet yang telah meraih prestasi pada 2024 dan dikukuhkan KONI pada 2025 mampu menyabet gelar juara pertama dalam ajang Porprov Jawa Timur.
"Yang di atas raihan prestasi atlet MPI Ponorogo tahun 2024, baru dikukuhkan KONI tahun 2025 langsung bisa menyabet gelar Porprov Jatim juara 1," tambahnya.
Berdasarkan hasil pertandingan yang dirilis dalam Kejurkab MPI Ponorogo 2026, persaingan berlangsung dalam enam kelompok umur, mulai U-9 hingga U-19, untuk kategori putra dan putri.
Sejumlah pelajar dari berbagai sekolah berhasil menempati peringkat pertama pada masing-masing kategori.
Berikut daftar peraih juara pertama:
U-9
Camellia Ayudia Wardani
Arzenio Ar Rafif Dzakiandra
U-11
Aisyah Nindita
Danish Brilian Primadani
U-13
Habibah Zahira Putri
Dava Rajendra Maheswara
U-15
Avrilista Nadhifa Salsabila
Muzaki Ardinata
U-17
Dhierra Bernita Aurorel
Jetli Haqulyaqin Al-Mi'raj
U-19
Erlina Aknes Rulyani
Sabastianus Jalu Prakoso
Pada kategori U-9 putri, Camellia Ayudia Wardani dari SD Muhammadiyah Ponorogo menempati peringkat pertama dengan catatan waktu 03:54.58.
![]() |
| Pengurus dan panitia Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Ponorogo saat Kejurkab MPI 2026. |
Sementara kategori putra dimenangkan Arzenio Ar Rafif Dzakiandra dari SDIT Darul Falah dengan waktu 03:36.80.
Di kelompok U-11, Aisyah Nindita dari MIN 2 Ponorogo menjadi yang tercepat pada kategori putri dengan waktu 03:09.35.
Adapun kategori putra dimenangkan Danish Brilian Primadani dari SDN 1 Somoroto dengan catatan 02:50.95.
Persaingan kelompok U-13 kategori putri dimenangkan Habibah Zahira Putri dari SDIT As Syafi'iyah dengan waktu 06:21.54.
Untuk kategori putra, Dava Rajendra Maheswara dari SDN 1 Sampung meraih peringkat pertama dengan waktu 04:13.67.
Pada kelompok U-15, Avrilista Nadhifa Salsabila dari MTsN 1 Ponorogo menempati peringkat pertama putri dengan waktu 11:35.65.
Sementara kategori putra dimenangkan Muzaki Ardinata dari SMPN 1 Badegan dengan waktu 07:59.04.
Berikutnya, kategori U-17 putri dimenangkan Dhierra Bernita Aurorel dari SMAN 3 Ponorogo dengan waktu 18:12.78.
Untuk putra, Jetli Haqulyaqin Al-Mi'raj dari SMAN 1 Sampung meraih peringkat pertama dengan catatan 13:43.63.
Sementara itu, pada kelompok U-19 putri, Erlina Aknes Rulyani dari SMAN 1 Pulung menjadi juara dengan waktu 21:12.16.
Kategori putra dimenangkan Sabastianus Jalu Prakoso, juga dari SMAN 1 Pulung, dengan catatan waktu 14:48.69.
Hasil pertandingan tersebut menjadi bagian dari pemetaan potensi atlet muda yang diharapkan dapat melanjutkan pembinaan di MPI Ponorogo.
Farida berharap dukungan terhadap organisasi dan pemenuhan sarana olahraga dapat membantu menjaga kesinambungan pembinaan atlet daerah. (Fjr/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...



