-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Manajemen Keuangan MBG yang menuai Pro dan Kontra (Sisi lain Program MBG)

Pro dan kontra mengiringi pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis.(Ilustrasi)
GARDAJATIM.COM: Realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis per 20 Januari mencapai Rp 18 triliun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dalam rapat dengan Komisi IX DPR.

Menerangkan total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) per 19 Januari sudah mencapai 21.102 unit dan menjangkau 58,3 juta penerima manfaat, serta bisa terus bertambah, dengan dana operasional harian mencapai Rp 855 miliar.

Nominal yang tidak sedikit untuk operasional harian. Hal ini menjadi pro dan kontra karena dikabarkan dana MBG diambil dari:

  1. Dana pendidikan 67%
  2. Dana kesehatan 7%
  3. Dana fungsi ekonomi 6%
  4. Dana cadangan 20%

Tentunya hal ini mencuri perhatian masyarakat terkait pendanaan yang diluncurkan untuk MBG.

Lantas, bagaimana manajemen keuangan dari MBG yang telah disusun untuk menjadi bukti pengelolaan yang valid agar tidak menimbulkan kontra?

SPPG MBG membuat laporan keuangan meliputi catatan:

  1. Pengeluaran bulanan
  2. Harian pengeluaran operasional
  3. Harian pengeluaran bahan baku
  4. Laporan biaya bahan baku
  5. Laporan biaya operasional
  6. Laporan biaya sewa
  7. Laporan penggunaan dana
  8. Rekapitulasi perhitungan porsi
  9. Laporan realisasi anggaran
  10. Laporan penggunaan anggaran

Cukup banyak yang disiapkan untuk di-cross-check berkala oleh staf MBG agar data yang dibuatkan untuk laporan valid dengan menggunakan anggaran yang telah diterima dari pemerintah.

Dan tentunya staf SPPG sangat mengedepankan kualitas bahan baku dan bahan pangan untuk didistribusikan kepada penerima manfaat, begitu pun dengan kualitas relawan yang bekerja di sana, mulai dari asisten lapangan, divisi persiapan, pengolahan, pemorsian, packing, driver, OB, keamanan, dan cuci ompreng.

Secara tidak langsung program MBG ini membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat, karena dengan adanya program ini relawan yang bekerja rata dari semua kalangan dan umur, dengan maksimal umur produktif 45 tahun. 

Banyak sekali masyarakat yang terbantu dengan bekerja di program MBG ini.


Yukla Latifah
Mahasiswa Pascasarjana Manajemen UMPO


Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar