Pemulihan Dampak Banjir, KAI Daop 7 Madiun Batalkan Perjalanan KA Gajayana Tambahan
GARDAJATIM.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengumumkan pembatalan perjalanan Kereta Api Gajayana Tambahan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan operasional perjalanan kereta api, Selasa (20/1/2026).
KAI Daop 7 Madiun membatalkan perjalanan KA Gajayana Tambahan sebagai bagian percepatan pemulihan operasional pascabanjir.(Foto: Ist.)
Pembatalan tersebut dilakukan menyusul dampak genangan air yang terjadi di wilayah Daop 4 Semarang pada Sabtu (17/1) hingga Minggu (18/1) lalu.
Kondisi tersebut memicu gangguan pada operasional Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), termasuk meningkatnya kelambatan sejumlah perjalanan kereta api.
Sebagai langkah penguatan aspek keselamatan dan kehati-hatian, KAI masih melakukan pembatalan beberapa perjalanan kereta api pada hari ini, Selasa (20/1/2026), serta sebagian perjalanan pada Rabu (21/1/2026).
Kebijakan tersebut juga berdampak pada perjalanan KAJJ yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun, khususnya KA Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir pulang-pergi.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa kebijakan pembatalan ini bersifat antisipatif agar proses normalisasi perjalanan kereta api dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.
Selain itu, langkah ini diambil seiring masih dilakukannya pemeriksaan lanjutan terhadap sarana dan prasarana pasca cuaca ekstrem dan banjir pada hari-hari sebelumnya.
“Pemulihan operasional terus berjalan dan kelambatan perjalanan semakin terkendali. Namun, keselamatan pelanggan dan petugas tetap menjadi prioritas utama. Semoga layanan kereta api kembali berjalan normal,” ujar Tohari.
KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
KAI juga menegaskan bahwa hak pelanggan tetap dijamin melalui mekanisme service recovery serta pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku. (Hms/Mah)
Editor: Redaksi