-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Rumah Jurnalis Pacitan Gelar Diskusi Integrasi Madin dan SMP Jelang HPN 2026

Diskusi Publik yang di gelar Rumah Jurnalis Pacitan. (Foto : Dok. Acr)
GARDAJATIM.COM : Upaya penguatan pendidikan karakter melalui integrasi Madrasah Diniyah (Madin) dengan pendidikan formal tingkat SMP menjadi perhatian utama dalam Diskusi Publik yang digelar Rumah Jurnalis Pacitan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. 

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Karya Dharma, Pacitan, Kamis pagi, 29 Januari 2026.

Diskusi publik tersebut menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor guna membahas kebijakan, konsep, dan peluang penerapan integrasi Madin dengan sekolah negeri. 

Forum ini diikuti jurnalis, praktisi pendidikan, serta pemerhati pendidikan di Kabupaten Pacitan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, S.STP, memaparkan kebijakan pendidikan daerah sekaligus peluang integrasi Madin dalam sistem pendidikan SMP. 

Ia menjelaskan bahwa sinergi pendidikan keagamaan dan formal dinilai relevan untuk memperkuat karakter peserta didik di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

Pandangan akademik dan keagamaan disampaikan Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Pacitan, Ulumudin, M.Si, bersama akademisi Pacitan, Dr. Ali Mufron, M.Pd.I. Keduanya menekankan pentingnya pendidikan akhlak dan moral sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Ketua Rumah Jurnalis Pacitan, Rojihan, mengatakan diskusi ini digelar di tengah ramainya isu publik yang berkembang di masyarakat. 

Menurutnya, persoalan pendidikan akhlak justru membutuhkan perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan.

“Penguatan akhlak dan moral dalam dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Pacitan, perlu mendapat ruang diskusi yang lebih luas. Integrasi Madin dengan pendidikan SMP menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk menjawab tantangan tersebut,” kata Rojihan.

Sementara itu, Ketua FKDT Jawa Timur, KH. Luqman Harist Dimyati, menyampaikan bahwa program integrasi Madin dan SMP yang diinisiasi di Pacitan masih tergolong baru dan belum banyak diterapkan di daerah lain.

“Program ini baru diinisiasi oleh Kabupaten Pacitan. Harapannya, langkah ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu Purwo Sasongko ini diharapkan mampu merumuskan konsep integrasi Madin dan pendidikan SMP secara matang. Rumah Jurnalis Pacitan menargetkan hasil forum ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan karakter, tidak hanya di Pacitan, tetapi juga secara nasional. (@Acr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar