-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Anggaran Rp101 Miliar Ubah Wajah 142 Sekolah di Jember, Dari Kelas Rusak hingga Sanitasi Tak Layak Kini Tertangani

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Jember. (Foto: Irfan/Kemendikdasmen)
GARDAJATIM.COM
: Program Revitalisasi Satuan Pendidikan membawa perubahan signifikan bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Selain memperbaiki ruang kelas yang rusak, program ini juga membenahi fasilitas penunjang seperti toilet dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang sebelumnya terbatas.

Sejumlah sekolah penerima bantuan mengaku sebelumnya mengalami kekurangan ruang kelas, bangunan rusak berat, hingga sanitasi yang tidak layak. Kondisi tersebut berdampak pada proses belajar mengajar. Setelah revitalisasi, kegiatan pembelajaran dinilai berlangsung lebih optimal dalam lingkungan yang lebih aman dan sehat.

Kepala SMP Negeri 1 Balung, Mohammad Rokhim, mengatakan lokasi sekolah yang berdekatan dengan sawah kerap dilanda banjir saat musim hujan. Melalui program revitalisasi, lantai ruang kelas ditinggikan sekitar 25 sentimeter dan tembok dinaikkan 70–100 sentimeter untuk mencegah genangan air.

“Hasilnya, ketika wilayah sekitar kembali banjir, sekolah tidak lagi terdampak. Anak-anak senang belajar di tempat baru yang lebih bersih, tinggi, dan sejuk,” ujar Rokhim.

Sebelum perbaikan, sekolah dengan 24 rombongan belajar hanya memiliki 20 ruang kelas sehingga empat ruang lain terpaksa dialihfungsikan sebagai tempat belajar. Setelah mendapatkan tambahan ruang kelas baru, fungsi ruangan lain dapat dikembalikan seperti semula.

Sekolah tersebut juga memperoleh dua unit toilet baru serta rehabilitasi satu unit lama. Menurut Rokhim, sebelumnya siswa mengalami kekurangan toilet dan air bersih. 

“Sekarang semuanya tercukupi. Anak-anak lebih leluasa belajar, guru juga lebih nyaman karena ruangannya bersih dan luas,” katanya.

Kondisi serupa dialami SMP Negeri 1 Sumberjambe. Kepala sekolah Maryanto menyebut sarana dan prasarana di sekolah yang berdiri sejak 1983 itu sangat memprihatinkan. Selama puluhan tahun, sekolah hanya menerima rehabilitasi tiga ruang kelas pada 2013.

Dengan 18 rombongan belajar, sekolah kekurangan ruang kelas sehingga laboratorium IPA, ruang multimedia, dan ruang OSIS digunakan sebagai kelas. Bahkan sebagian siswa sempat dipindahkan ke musala akibat atap bocor yang membahayakan.

Masalah sanitasi juga menjadi persoalan serius. Sekolah hanya memiliki dua toilet, salah satunya rusak berat sehingga tidak bisa digunakan. Keterbatasan itu membuat sebagian siswa memilih pergi ke sungai.

Melalui revitalisasi senilai Rp 1,9 miliar, sekolah kini memiliki ruang kelas baru yang lebih kokoh serta toilet memadai yang dilengkapi fasilitas ramah difabel.

“Baru sekarang kami memiliki toilet yang sangat memadai. Kebiasaan ke sungai sudah berubah,” kata Maryanto.

Di tingkat sekolah dasar, Kepala SD Negeri Sukorejo 02, Ririn Husniyah, mengatakan bangunan sekolahnya sebelumnya mulai keropos, terutama pada bagian rangka atap dan tembok. Revitalisasi menghadirkan perbaikan tiga ruang kelas, ruang administrasi, perpustakaan, serta pembangunan UKS yang sebelumnya tidak tersedia.

Sebelum memiliki UKS, siswa yang sakit harus beristirahat di perpustakaan atau ruang guru.

“Sekarang ada ruang khusus untuk penanganan kesehatan siswa. Sekolah juga dicat ulang dan bangunan diperbaiki,” ujar Ririn.

Ia menambahkan mekanisme pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan pihak sekolah.

Menurut dia, keterlibatan langsung tersebut memastikan kualitas bangunan sesuai kebutuhan.

Program revitalisasi di Jember menjangkau 142 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp 101 miliar, meliputi 6 PAUD, 74 SD, 44 SMP, dan 18 SMA.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan langsung hasil revitalisasi tersebut di SMP Negeri 1 Balung.

Ia menyatakan program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di Jember telah selesai 100 persen.

“Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di Kabupaten Jember terlaksana dengan sukses,” ujarnya.

Mu’ti menekankan pembaruan fasilitas harus diikuti peningkatan semangat belajar. “Kalau ruang kelasnya baru, semangatnya harus baru,” katanya.

Pemerintah menilai revitalisasi ini menjadi upaya mengatasi persoalan mendasar pendidikan di daerah, mulai dari kekurangan ruang kelas hingga sanitasi yang tidak memadai.

Dengan fasilitas yang lebih layak, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.



Sumber: Kemendikdasmen
Editor: Redaksi
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar