Bank Sampah Sumber Berkah Bungkal Ponorogo Raup 1,5 Ton Limbah per Bulan
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Petugas Bank Sampah Sumber Berkah mengangkut sampah hasil setoran warga menggunakan gerobak kayu. (Foto: Istimewa) |
Limbah rumah tangga yang sebelumnya tak bernilai kini berubah menjadi pundi-pundi rupiah bagi warga setempat.
Inisiatif itu digerakkan oleh Ketua Bank Sampah Sumber Berkah, Siti Mukaromah, setelah mengikuti Program Kampung Iklim (ProKlim) yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo.
Program tersebut mendorong adaptasi perubahan iklim sekaligus mitigasi emisi gas rumah kaca berbasis masyarakat.
“Muncul ide bank sampah untuk mengatasi persoalan sampah rumah tangga. Selain edukasi, ini juga bisa memberi tambahan penghasilan bagi warga,” kata Siti, Kamis, 19 Februari 2026.
Melalui jargon “Dulu Sampah Sekarang Berkah”, warga dapat menabung atau menjual sampah dengan menyetorkan langsung ke pos bank sampah maupun melalui layanan keliling. Skema pencairannya fleksibel.
![]() |
| Petugas bersama warga memilah sampah. |
Nasabah bisa langsung menerima uang atau menabung untuk kebutuhan tertentu, termasuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Jenis sampah yang diterima meliputi kardus, zak semen, duplek, kertas, kaleng, seng, besi, aluminium, botol gelas dan plastik, kerasan, hingga minyak jelantah. Dengan pengelolaan terpilah, sampah tersebut dipasarkan kembali ke pengepul atau mitra daur ulang.
Menurut Siti, pendekatan ekonomi menjadi kunci penerimaan masyarakat. “Warga lebih antusias karena ada dampak langsung pada penghasilan,” ujarnya.
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, pencairan tabungan sampah biasanya meningkat. Warga memanfaatkan hasil tabungan untuk kebutuhan bulan puasa hingga persiapan lebaran.
Meski demikian, pengelola mengakui masih menghadapi keterbatasan sarana. Saat ini, operasional bank sampah keliling masih menggunakan gerobak kayu atau “gledekan”. Pengurus berharap adanya dukungan kendaraan roda tiga (R3) untuk memperluas jangkauan layanan.
Seiring meningkatnya partisipasi warga, Bank Sampah Sumber Berkah kini tak hanya melayani masyarakat Desa Bedikulon, tetapi juga mulai menjangkau wilayah di luar desa. Bagi warga Bogem, sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan sumber berkah yang nyata. (*)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...


