Bersih Diri Menjelang Ramadan, Warga Desa Bancar Gelar Megengan
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Warga Dukuh Duwet Lor, Desa Bancar, mengikuti doa dan tahlil dalam tradisi Megengan menjelang Ramadan. (Foto: Istimewa) |
Kegiatan yang berlangsung sederhana dan khidmat itu diisi dengan doa bersama serta tahlil. Tokoh agama setempat, Kyai Dzaini, memimpin langsung rangkaian acara.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa Megengan bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga bentuk persiapan batin menyambut Ramadan.
“Megengan ini wujud kebahagiaan kita menyambut tamu agung, bulan Ramadan. Intinya adalah sedekah dan doa untuk leluhur agar kita memasuki bulan puasa dengan hati yang bersih,” ujar Dzaini, Senin 16 Februari 2026.
Selain sebagai sarana doa bersama, Megengan juga menjadi ruang silaturahmi. Warga dari berbagai kalangan usia hadir, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Mereka duduk bersama, membawa makanan untuk dibagikan dan dinikmati secara kolektif.
Tokoh masyarakat setempat, Nurcholis, menilai kekompakan warga dalam menjaga tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan di lingkungan Duwet Lor.
Menurut dia, tradisi lokal seperti Megengan memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah perubahan zaman.
“Kehadiran warga dari berbagai usia menunjukkan kerukunan di Duwet Lor masih terjaga. Ini menjadi modal sosial untuk mempertahankan lingkungan yang harmonis,” kata Nurcholis.
Tradisi Megengan umumnya digelar masyarakat Jawa beberapa hari sebelum Ramadan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama. Di Desa Bancar, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial-keagamaan warga. (*)
Sebelumnya
...
