Dorong Skrining Mandiri di Sekolah, Yayasan Para Mitra Libatkan 49 Kepala SD di Kabupaten Madiun
GARDAJATIM.COM: Yayasan Para Mitra Indonesia kembali memperkuat implementasi Program I-SEE (Inclusive System for Effective Eye Care) dengan melibatkan 49 kepala sekolah SD se-Kabupaten Madiun dalam kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan K.P.N. “Dharma Dwija”, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (12/2/2026).
Yayasan Para Mitra dorong skrining mata mandiri di 49 SD Kabupaten Madiun lewat Program I-SEE. (Ist.)
Kegiatan tersebut memuat dua materi utama, yakni pengenalan Program I-SEE dan positioning guru dalam pelaksanaan skrining gangguan penglihatan, serta penyampaian peran kepala sekolah dan guru UKS dalam mendukung keberlanjutan program di satuan pendidikan.
Koordinator I-SEE wilayah Kabupaten Madiun, Muhammad Sulaiman, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk terintegrasi dalam sistem UKS agar berjalan berkelanjutan di sekolah.
“Kami mengundang kepala sekolah dengan harapan program kesehatan mata ini bisa terintegrasi dalam program UKS, sehingga dapat berjalan secara sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pasca kegiatan ini guru-guru akan mendapatkan pelatihan untuk melakukan skrining sederhana secara mandiri.
“Guru akan dilatih bagaimana cara melakukan screening sederhana kepada siswa. Mengingat tingginya gangguan penglihatan pada anak usia sekolah, deteksi dini menjadi sangat penting,” jelasnya.
Menurut Sulaiman, sebelumnya Yayasan Para Mitra Indonesia telah melatih 147 guru.
Pada 2026 ini, direncanakan tambahan 97 guru akan mengikuti pelatihan, terdiri dari 48 guru di bawah naungan Kemenag dan 49 guru di bawah Dinas Pendidikan.
Selain pelatihan, yayasan juga menyiapkan dukungan kacamata gratis bagi siswa yang tidak memiliki BPJS Kesehatan.
“Bagi siswa yang memiliki BPJS akan diarahkan untuk mengakses layanan melalui BPJS, sedangkan yang tidak memiliki BPJS akan kami dukung dengan kacamata gratis,” terang Sulaiman.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Suparnoto, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Para Mitra yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Mata adalah jendela dunia, sehingga kesehatan mata anak-anak sebagai generasi penerus harus benar-benar kita jaga,” ujarnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab UKS Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Fitriyanti, menilai Program I-SEE telah banyak membantu peningkatan kualitas kesehatan mata siswa.
“Program ini bukan menciptakan sistem baru, tetapi memperkuat sistem UKS yang sudah berjalan. Kami berharap kepala sekolah berkomitmen memasukkan skrining mata dalam program kerja UKS agar manfaatnya semakin luas,” pungkasnya. (@Mah)
Editor: Redaksi