-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Hari Jadi Pacitan Ke-281, SMPN 1 Tegalombo Gelar Membatik Massal Kenalkan Batik Kemuning

Kadindik Pacitan, Khemal Pandu Pratikna Hadir di Giat Membatik Massal SMP Negeri 1 Tegalombo. (Dok. Ist)
GARDAJATIM.COM : Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281 diwarnai kegiatan membatik massal di SMP Negeri 1 Tegalombo (Spensata), dengan memperkenalkan motif Batik Kemuning sebagai identitas sekolah. 

Kegiatan pelestarian budaya ini melibatkan ratusan peserta dari kalangan siswa, guru, hingga staf tata usaha.

Aksi canting bersama tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan batik lokal sekaligus menanamkan nilai budaya kepada peserta didik. 

Selain sebagai peringatan hari jadi daerah, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan tradisional.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, S.S.Tp, yang datang bersama Kepala Bidang Pembinaan SMP Fandi Normansyah, S.Pd., M.M. Turut hadir jajaran Muspika yang diwakili Camat Tegalombo Edi Wasana, S.Sos, serta Koordinator Pengawas sekolah setempat.

Para pejabat yang hadir ikut membaur bersama siswa dan tenaga pendidik, turut serta menggoreskan canting di atas kain mori. 

Kehadiran mereka menjadi dukungan terhadap kegiatan pelestarian budaya yang dilakukan lingkungan sekolah.

Motif yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah Batik Kemuning, motif khas yang dikembangkan sebagai identitas Spensata. Kepala SMPN 1 Tegalombo, Subroto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa desain tersebut lahir dari karakter geografis lokasi sekolah.

"Pola batik kemuning ini sengaja kami ciptakan dengan filosofi geografis, mengingat SMPN 1 Tegalombo berada di Desa Kemuning," ujar Subroto.

Ia menambahkan, pihak sekolah menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan karya tersebut dengan memproses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) motif Batik Kemuning kepada pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, mengapresiasi inisiatif sekolah dalam menggelar kegiatan membatik massal tersebut. 

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi kebiasaan positif di lingkungan pendidikan.

"Harapan saya, ini bisa dijadikan wadah oleh sekolah untuk melakukan pengembangan usaha pelestarian budaya sekaligus melatih murid berwirausaha," tegas Khemal.

Lebih lanjut, ia berharap karya yang dihasilkan siswa memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat. 

"Semoga Batik Kemuning ini dilirik pihak luar, dibeli masyarakat umum, atau digunakan untuk seragam dan baju pribadi," pungkasnya. (@Acr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar