Hari Ketiga Ramadan, Momentum Membersihkan Jiwa
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Ilustrasi. |
Al-Qur’an menegaskan, “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.” (QS. Asy-Syams: 9). Ayat ini menekankan bahwa keberuntungan sejati bukan terletak pada capaian materi, melainkan pada keberhasilan seseorang dalam menata dan membersihkan hatinya.
Ramadan menjadi ruang pendidikan ruhani. Selain menahan diri dari makan dan minum, umat Muslim dituntut menjaga lisan dari perkataan sia-sia, menahan amarah, serta menjauhi sikap iri dan sombong. Nilai-nilai ini menjadi inti dari proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa.
Di hari ketiga ini, refleksi menjadi penting. Puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana transformasi diri. Dengan hati yang bersih, diharapkan setiap individu mampu menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran, memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Ramadan pun menjadi perjalanan menuju kemenangan sejati, bukan hanya di akhir bulan, tetapi sejak hari-hari awal ketika niat diluruskan dan hati mulai dibersihkan. (Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
