Lansia Tukang Becak Jadi Prioritas, 200 Becak Listrik Tambahan Mengaspal di Kabupaten Madiun
GARDAJATIM.COM: Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) kembali menyalurkan bantuan becak listrik bagi para pengemudi becak di wilayah tersebut. 
Penyaluran 200 Becak Listrik di Kabupaten Madiun. (Ist.)
Kali ini, sebanyak 200 unit becak listrik diproduksi PT Pindad diserahkan kepada para penerima, dengan prioritas utama tukang becak berusia di atas 60 tahun.
Penyerahan berlangsung di Pendopo Ronggo Djumeno, Minggu (8/2/2026), dan dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda.
Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh perwakilan YGSN yang juga Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S. Deyang.
Program ini merupakan kelanjutan dari distribusi sebelumnya.
Pada 2024, sebanyak 51 unit becak listrik telah lebih dulu dibagikan di Kabupaten Madiun. Tahun ini, jumlahnya bertambah signifikan.
“Ini tahap berikutnya. Dulu sudah ada 51 unit, sekarang kita tambah 200 unit. Insyaallah nanti akan ada tahap ketiga dan seterusnya,” ujar Nanik.
Ia menegaskan, penerima bantuan kali ini diprioritaskan bagi tukang becak lansia yang masih aktif bekerja.
Kebijakan tersebut diambil untuk meringankan beban fisik mereka yang selama ini harus mengayuh becak manual demi mencukupi kebutuhan hidup.
Secara nasional, YGSN telah menyalurkan sekitar 11.500 becak listrik di berbagai daerah.
Ke depan, organisasi tersebut tengah memesan tambahan 70 ribu unit yang ditargetkan mulai diluncurkan secara bertahap pada 2026 hingga 2028.
Sebelum menerima bantuan, para pengemudi becak menjalani proses pendataan dan pelatihan operasional.
Becak listrik menggunakan tenaga baterai sehingga tidak lagi mengandalkan kayuhan penuh saat membawa penumpang.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut baik program tersebut.
Ia menilai, selain membantu masyarakat kecil, penggunaan becak listrik juga menjadi langkah menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Ini luar biasa, tidak bising dan sangat halus. Suspensinya juga nyaman,” kata Hari.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Madiun juga berencana menyiapkan fasilitas pengisian daya di sejumlah titik strategis, seperti masjid dan kantor desa, agar para pengemudi lebih mudah mengakses pengisian baterai.
Hari menambahkan, inovasi ini sejalan dengan upaya pengurangan emisi sekaligus mendorong transportasi yang lebih modern namun tetap berpihak pada masyarakat kecil.
Bagi para penerima, bantuan tersebut membawa harapan baru. Sarmun (65), salah satu tukang becak yang menerima unit listrik, mengaku pekerjaannya kini jauh lebih ringan dibandingkan saat masih menggunakan becak manual.
“Senang sekali. Dulu pancal, berat. Sekarang lebih mudah untuk cari nafkah,” ujarnya. (Tim/Red)
Editor: Redaksi