-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark

PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Lembaga Pendidikan di 5 Desa Kecamatan Kebonagung Belum Terima MBG, BGN: Tunggu Pembangunan SPPG

Penyaluran MBG di salah satu sekolah. Siswa tampak antusias nikmati menu MBG.



GARDAJATIM.COM: Presiden Prabowo menginisiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program nasional yang berlaku mulai tahun 2025 lalu.


Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui. 


Selain itu, program ini diharapkan dapat menekan angka stunting, memperbaiki kesehatan masyarakat, meningkatkan fokus belajar, serta mendorong ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM, petani, dan nelayan. 


Program ini diproyeksikan menyentuh hingga lebih dari 60 juta penerima manfaat secara nasional yang disalurkan secara bertahap sesuai dengan kesiapan infrastruktur masing-masing wilayah.


Dari pantauan awak media, hingga bulan Februari 2026 penyaluran MBG di Kabupaten Pacitan dinilai belum merata.


Bahkan penyaluran MBG malah justru lebih mendahulukan untuk wilayah-wilayah perkotaan daripada wilayah pelosok pedesaan.


Seperti halnya di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, ada sebanyak 5 desa dan setidaknya 9 lembaga pendidikan SD yang belum merasakan MBG.


Hal itu diungkapkan oleh salah satu kepala sekolah yang ada di kecamatan Kebonagung.


"Kebonagung masih ada 5 desa yang belum dapat MBG," ungkap kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya tersebut, Senin (9/2/2026).


5 desa tersebut yakni Desa Punjung, Desa Plumbungan, Desa Karangnongko, Desa Sanggrahan dan Desa Gembuk.


Dari informasi yang gardajatim himpun, lembaga pendidikan yang belum mendapatkan MBG yaitu 2 lembaga di Desa Punjung, 1 lembaga di Desa Plumbungan, 2 lembaga di Desa Karangnongko, 2 lembaga di Desa Sanggrahan dan 2 lembaga di Desa Gembuk. 


Selain 9 lembaga SD, lembaga pendidikan tingkat TK dan Paud di 5 desa tersebut juga belum tersentuh MBG.


Menanggapi hal itu, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Pacitan, Listiana Asworo menjelaskan bahwa belum tersalurkanya MBG di 5 desa tersebut dikarenakan masih menunggu proses pembangunan SPPG selesai.


"Karena menunggu pembangunan dapur/SPPG terlebih dahulu. Ini sedang dikebut proses pembangunannya," terang Listiana Asworo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (2/2/206).


Ia menambahkan, nantinya akan ada 6 SPPG yang akan mengcover MBG di kecamatan Kebonagung. Namun saat ini baru 2 SPPG yang sudang running operasional.


"Yang sudah running/ops 2 SPPG, yang sudah mendapatkan skep/aktif 2 SPPG dan

yang masih tahap pembangunan ada 2 SPPG," pungkasnya.


MBG menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengatasi gizi buruk dan malnutrisi secara berkelanjutan. Semoga dengan hadirnya MBG di Kabupaten menjadi dapat mencapai tujuan seperti yang diharapkan oleh pemerintah. (Eko)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar