-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Longsor Putus Akses Dua Desa di Ngrayun, TNI dan Warga Bergerak Cepat

Anggota Koramil 0802/21 Ngrayun bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan material longsor. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM:
Longsor yang menimbun badan jalan utama di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, memutus akses antara Desa Baosan Lor dan Desa Baosan Kidul, Minggu, 22 Februari 2026. TNI bersama warga bergerak cepat melakukan pembersihan agar jalur transportasi kembali normal.

Tebing setinggi kurang lebih lima meter ambrol setelah diguyur hujan deras beberapa hari sebelumnya. Material tanah dan batu menutup total jalan penghubung dua desa tersebut, sehingga kendaraan bermotor tidak dapat melintas.

Akibatnya, aktivitas warga sempat terganggu. Distribusi kebutuhan pokok, akses ke sekolah, hingga mobilitas harian masyarakat terhambat karena tidak ada jalur alternatif yang memadai.

Sehari setelah kejadian, anggota Koramil Tipe B 0802/21 Ngrayun di bawah jajaran Kodim 0802/Ponorogo turun ke lokasi. Kegiatan kerja bakti dipimpin langsung oleh Danramil Ngrayun, Kapten Inf Parwoto, dengan melibatkan unsur Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Ngrayun, Tagana Desa Baosan Lor dan Baosan Kidul, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

“Kerja bakti kami lakukan atas koordinasi dengan berbagai unsur terkait termasuk masyarakat, sehingga penanganan bisa segera dimulai,” ujar Parwoto di sela kegiatan pembersihan material longsor.

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong dengan peralatan seadanya. Tanah dan bebatuan dipindahkan secara bertahap hingga badan jalan dapat kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menurut Parwoto, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan. Ia menyebut, kehadiran aparat kewilayahan merupakan bagian dari komitmen TNI untuk sigap membantu masyarakat saat terjadi bencana.

“Alhamdulillah berkat kerja sama dan semangat gotong royong, jalan kini sudah bisa difungsikan kembali dan arus lalu lintas normal,” katanya.

Wilayah Ngrayun yang berbukit memang rawan longsor saat musim hujan. Warga berharap ada langkah antisipatif lanjutan, seperti penguatan tebing dan perbaikan saluran drainase, guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang. (MdC0802/Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar