-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Paket MBG Bentuk Kering Jadi Perhatian Siswa dan Wali Murid di Ponorogo

Paket Program Makan Bergizi (MBG) dalam bentuk kering. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM:
Program Makan Bergizi (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional kembali menjadi perhatian di daerah. Kali ini, sejumlah siswa sekolah menengah atas di Ponorogo menyoroti paket MBG yang dibagikan dalam bentuk kering untuk jatah hari Sabtu, namun didistribusikan pada Jumat karena sekolah libur.

Pembagian paket tersebut terjadi pada Jumat pekan ini di beberapa SMA di wilayah Kota Ponorogo. Paket yang diterima siswa berisi roti tipis, susu kemasan 115 mililiter, dan buah belimbing. Menu itu memicu beragam tanggapan dari siswa maupun wali murid.

Salah seorang siswa SMA di kawasan kota Ponorogo mengatakan ia terkejut melihat isi paket yang dibagikan.

“Melihat menu MBG untuk hari Sabtu yang diberikan Jumat, saya cukup kaget. Isinya roti tipis, susu 115 ml, dan buah belimbing,” ujarnya saat ditemui, Jumat. Ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut dia, sebagian teman-temannya memilih tidak mengambil paket tersebut. Namun ada pula siswa yang tetap membawa pulang, bahkan mengambil jatah teman lain atas persetujuan mereka.

“Sayang kalau tidak diambil, jadi ada yang membawa lebih dari satu,” katanya.

Menanggapi hal itu, Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program MBG Kabupaten Ponorogo,Shiella, membenarkan bahwa paket MBG untuk hari Sabtu memang dibagikan pada Jumat dalam bentuk kering.

“Memang MBG hari Sabtu diberikan di hari Jumat dan diberikan dalam bentuk kering. Untuk isinya, akan kami komunikasikan dengan kepala SPPG,” kata Shiella saat dikonfirmasi, Jumat 13 Februari 2026.

SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi merupakan dapur penyedia dalam pelaksanaan program MBG.

Mekanisme distribusi lebih awal, menurut Shiella, merupakan penyesuaian teknis karena Sabtu tidak ada kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah wali murid menilai persoalan bukan hanya pada waktu pembagian, melainkan juga pada komposisi dan nilai gizi menu.

Salah satu wali murid berharap evaluasi dilakukan agar tujuan program tetap tercapai. 

“Harapannya isi paket benar-benar mencerminkan semangat bergizi. Kalau memang ada kendala teknis, mungkin bisa diperbaiki,” tutupnya. (Tim/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar