-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Pendopo Malowopati Jadi Pusat Refleksi: Bazar UMKM dan GPM Dongkrak Ekonomi Lokal

Warga memadati kawasan Pendopo Malowopati, Bojonegoro, saat Bazar UMKM dan Gerakan Pangan Murah. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM
: Pendopo Malowopati di Kabupaten Bojonegoro menjadi pusat refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pendopo dan Jalan Mas Tumapel itu dirangkai dengan Bazar UMKM serta Gerakan Pangan Murah (GPM).

Meski langit mendung dan rintik hujan turun sejak pagi, antusiasme warga tak surut. Sejumlah pengunjung tampak memadati stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta antre di lapak GPM untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang hadir meninjau lokasi mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang Ramadan.

“Bulan Ramadan mengajarkan kesabaran dan kepedulian. Bazar UMKM ini kami gelar untuk menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus memberi peluang bagi UMKM Bojonegoro agar berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Setyo di sela kegiatan.

Menurut dia, kehadiran GPM menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk meredam gejolak harga bahan pokok yang kerap meningkat menjelang bulan puasa. Pemerintah menggandeng sejumlah distributor dan pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan barang dan stabilitas harga.

Di antara warga yang mengantre, Suzayanah mengaku tetap bertahan di bawah payung demi memperoleh paket sembako dengan harga miring.

“Lumayan membantu, apalagi harga kebutuhan pokok mulai naik,” katanya.

Hal serupa disampaikan Hidayah, warga Bojonegoro lainnya. Ia menilai program GPM memberi dampak langsung bagi kebutuhan rumah tangga.

“Alhamdulillah sangat membantu mencukupi kebutuhan dapur sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan,” ujarnya.

Selain GPM, bazar UMKM menampilkan beragam produk lokal, mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan, hingga fesyen. Sejumlah pelaku UMKM mengaku penjualan meningkat karena tingginya kunjungan masyarakat.

Refleksi satu tahun kepemimpinan ini tak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga momentum memperlihatkan arah kebijakan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.



Sumber: Pemkab Bojonegoro
Editor: Redaksi
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar